Prosesi Adat Balangan Gantal (Sirih) Pernikahan Adat Wonosobo

0 32

Prosesi Adat Balangan Gantal (Sirih) Pernikahan Adat Wonosobo

Indonesia kaya akan ragam budaya, tak hanya ragam budaya milik daerah daerah yang ada, bahkan ada juga dalam internal adat-istiadat satu daerah yang sama. Salah satu kekayaan ragam budaya yang ada adalah upacara pernikahan. Pernikahan merupakan hak dan sunnah agama yang harus dilalui oleh seseorang dalam kehidupan.

Mempelai putri dan mempelai putra dibimbing menuju ‘titik panggih’. Pada jarak lebih kurang lima langkah, masing-masing mempelai saling melontarkan sirih atau gantal yang telah disiapkan. Arah lemparan mempelai putra diarahkan ke dada mempelai putri, sedangkan mempelai putri mengarahkannya ke paha mempelai putra.

Ini sebagai lambang cinta kasih suami terhadap istrinya, dan si istri pun menunjukan baktinya kepada sang suami. Dalam balangan, bungkusan yang dilemparkan berisi daun sirih, dan jadah (makanan dari ketan) yang ditali dengan benang putih.

Mereka saling melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin , yang disitu sesuai degan firman allah yang berbunyi :

والله جعل لكم من انفسكم ازواجا وجعلكم من ازواجكم بنين وحفدة

Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri,dan menjadikan dari istri-istri kamu itu anak anak dan cucu cucu. (QS. An-Nahl ;72)

Selain itu, jadah –yang kenyal dan lengket– dalam ritual ini melambangkan keeratan cinta kasih dan kesetiaan. Salaman Sebagai ungkapan kedatangan, penganten pria mengucapkan salam dan disambut penganten wanita, lalu mereka bersalaman. Penganten putri juga mencium tangan suaminya sebagai bentuk penghormatan.

Source https://gpswisataindonesia.wordpress.com/ https://gpswisataindonesia.wordpress.com/2016/05/02/prosesi-pernikahan-adat-wonosobo-jawa-tengah/

Leave A Reply

Your email address will not be published.