Kesantunan Dalam Berbahasa Jawa

0 244

Kesantunan Dalam Berbahasa Jawa

Dalam berbahasa Jawa, harus memiliki kesantunan, apalagi yang di ajak bicara itu orang yang lebih tua. Dalam suatu percakapan prinsip kesantunan masih dipegang antara penutur dengan mitratutur. Sehingga dengan kesantunan orang yang kita ajak bicara juga tidak akan merasa tersinggung.

Sebagai pusat kebudayaan Jawa, tata krama dan unggah-ungguh atau sopan-santun merupakan hal yang sangat penting dan dominan dalam kraton. Hal tersebut diungkapkan  oleh Leech (1983) dalam Kunjana (2005: 59).

Di bawah ini hal-hal yang berkaitan dengan kesantunan adalah sebagai berikut:

1. Maksim Kebijakan
-Kurangi kerugian orang lain.
-Tambahi keuntungan orang lain. Hal ini kita harus mementingkan perasaan orang lain      disaat kita saling berbicara.
2. Maksim Kederwanan
– Kurangi keuntungan diri sendiri.
-Tambahi pengorbanan diri sendiri.

3. Maksim Penghargaan
-Kurangi cacian pada orang lain.
-Tambahi pujian pada orang lain.

4. Maksim Kesederhanaan
-Kurangi pujian pada diri sendiri.
-Tambahi cacian pada diri sendiri.

5. Maksim Permufakatan
-Kurangi ketidaksesuain antara diri sendiri dengan orang lain.
-Tingkatkan persesuaian antara diri sendiri dengan orang lain.

6. Maksim Simpati
-Kurangi antipasti antara diri sendiri dengan orang lain.
-Perbesar simpati antara diri sendiri dengan orang lain.

Hal tersebut harus selalu di jaga disaat kita berbicara dengan orang lain. Khususnya bila kita berbicara dengan orang Jawa yang memang mengetahui mengenai kesantunan dalam berbahasa yang di gunakan untuk berkomunikasi.

Source Prinsip Kesantunan Dalam Berbahasa Jawa situs sutresno jawa
Comments
Loading...