Prinsip Dalam Memilih Jodoh Menurut Adat Jawa

0 399

Prinsip Dalam Memilih Jodoh Menurut Adat Jawa

Laki-laki yang merasa tertarik pada wanita atau sebaliknya, hal tersebut adalah proses yang terjadi secara alamiah. Apabila perasaan suka dengan lawan jenis telah muncul maka untuk memilih seseorang yang dijadikan partner tetap atau disebut dengan “pacar” atau calon jodoh.  Lalu akan di lanjutan bertunangan dan melangsungkan ke jenjang  pernikahan.

Di Jawa, orang tua akan melakukan seleksi terhadap calon suami ataupun istri bagi anaknya. Yang di jadikan pertimbangan ialah :

-Pertimbangan faktor keluarga dan keturunan,

-Naptu kelahiran,

-Faktor ekonomis,

-Norma tradisi, serta persetujuan lainnya.

Seorang anak tidak boleh melakukan pilihan sendiri, bahkan tidak jarang calon suami-istri baru berjumpa untuk pertama kalinya pada saat upacara perkawinan.

Pada suku Jawa, pemilihan jodoh dilakukan atas dasar pertimbangan “bibit, bebet, dan bobot”.

1.Faktor bibit yaitu mempertimbangkan benih asal keturunan, seperti sehat jasmani dan rohaninya, tidak berpenyakitan karena bibit yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik.

2.Faktor bebet yaitu memperhatikan asal usul keluarga.misalnya yaitu dari keluarga yang terhormat dan tinggi derajatnya.

3.;Faktor bobot yaitu memperhatikan harkat, martabat, ilmu pengetahuan yang lengkap, memiliki kekayaan, serta kekuasaan. Dengan demikian dianggap dapat memberikan kebahagiaan secara materi.

Peraturan tradisional dalam adat Jawa tersebut lambat laun mengalami perubahan seiring dengan pengaruh edukasi dan modernisasi. Akan tetapi zaman semakin berkembang dan sekarang sang anak bebas dalam memilih pasangannya masing-masing dan selanjutnya baru meminta restu kepada kedua orang tua masing-masing.

Orang tua beranggapan bahwa masalah memilih jodoh dan perkawinan tidak hanya pertanggungjawaban orang tua saja akan tetapi juga oleh anak. Dan anak di berikan suatu pilihannya sendiri.

Source Prinsip Dalam Memilih Jodoh Menurut Adat Jawa dinabimo
Comments
Loading...