Potong Lapis: Tradisi Budaya Di Krapyak Pekalongan Yang Masih Dijalankan Hingga Kini

0 43

Potong Lapis: Tradisi Budaya Islam Di Krapyak Pekalongan Yang Masih Dijalankan Hingga Kini

Ada tiga tradisi keagamaan yang masih terus dilestarikan sebagai bagian dari sejarah perkembangan budaya islam di Kota Pekalongan terutama di Krapyak, Kecamatan Pekalongan Utara. Tiga tradisi tersebut sampai sekarang masih bisa dinikmati, itu semua terjadi dalam satu tahun kalender. Salah satunya adalah potong lopis.

Lopis adalah salah satu penganan khas Pekalongan yang terbuat dari beras ketan yang dikukus dan dibungkus daun pisang yang diikat kuat untuk menjamu tamu dan adanya di bulan-bulan tertentu. Kemunculan Lopis ditengarai juga atas andil Romo KH Abdulloh Syirod.

Ketika seluruh umat islam dan rakyat Pekalongan berbondong-bondong dan tumpah ruah ke Krapyak untuk bersilaturahmi, kedatangan sedemikian banyak orang secara bersamaan waktunya sempat membuat bingung dan resah warga Krapyak. Mereka bingung mau menjamu apa, karena sebagai tuan rumah tentunya tidak mau mengecewakan tamu yang datang.

Akhirnya disiasati, seluruh warga Krapyak patungan. Mereka iuran beras ketan dan dimasak ramai-ramai membuat Lopis yang nantinya akan dihidangkan sebagai sajian para tamu. Sedangkan kebiasaan memotong Lopis raksasa dalam tradisi syawalan baru muncul pada tahun 1956. Ukuran Lopis pada masa KH Abdulloh Syirod masih setandar. Tidak ada ukuran baku untuk lopis pada waktu itu. Hanya saja pada tahun 1956 mulai diadakan tradisi memotong lopis dengan ukuran jumbo. Pelopornya tokoh masyarakat setempat seperti, Khanafi, Ismail, Syafi’i, Madenur dan salah satu pemudanya bernama Anas.

Di tahun-tahun awal yang melakukan seremoni pemotongan lopis adalah tokoh masyarakat lantas berkembang Lurah, Camat dan akhirnya Walikota. sementara untuk ukuran lopis dari seukuran batang pisang lalu berkembang menjadi seukuran batang pohon kelapa terus meningkat seukuran drum hingga ukuran raksasa seperti sekarang. Dan sekarang muncul lopis di mana-mana. Dulu memasak dan menaruh lopis untuk acara Syawalan selalu berpindah-pindah hingga akhirnya ada di dua tempat. Di Krapyak Lor dan Krapyak Kidul.

Source https://www.pekalongan-news.com/ https://www.pekalongan-news.com/2016/07/ini-dia-tiga-tradisi-budaya-islam-di.html
Comments
Loading...