Pola Penyajian Tari Aplang

0 60

Pola Penyajian Tari Aplang

Pola penyajian tari Aplang dibagi menjadi 3, yaitu awal, inti dan akhir pementasan. Pada awal pementasan para penari dan pengiring bersiap-siap memasuki tempat pementasan. Para penari membentuk formasi berurutan. Syair shalawatan yang dilantunkan sebagai lagu pembuka menandai bahwa akan dimulai pertunjukan tersebut.

Setelah lagu shalawatan dilantunkan, kemudian bunyi kendhang dan bedug ditabuh sebagai tanda bagi para penari untuk memasuki tempat pementasan. Dimulai dengan gerak hormat yang memiliki makna sebagai ucapan rasa syukur.

Kemudian dilanjutkan dengan tarian inti, yaitu gerakan-gerakan tarian yang diambil dari gerak-gerak silat, sehingga membuat gerakan tari Aplang terlihat lincah, dinamis dan terlihat tidak monoton. Karena sudah divariasikan dengan gerakan-gerakan lainnya seperti loncatan, tangkis, dan atraksi permainan bakiak yang menimbulkan suara riuh.

Puji-pujian Islam dilantunkan sebagai syair pengiring dalam tari Aplang. Inti dari pementasan ini memiliki makna agar kita selalu bersyukur dan selalu ingat pada Sang Pencipta. Bagian akhir dari pertunjukan tari Aplang, yaitu ditandai dengan para penari melakukan gerakan berjalan ke samping dengan posisi tangan seperti posisi memohon dan memberi hormat. Dilanjutkan dengan jalan lembehan meninggalkan tempat pementasan. Bagian akhir pementasan ini memiliki makna permohonan maaf apabila ada kesalahan selama pementasan berlangsung.

Source http://eprints.uny.ac.id/ http://eprints.uny.ac.id/27611/1/Fanni%20Angganingtyas%2009209241048.pdf
Comments
Loading...