Pitutur Jawa : Ojo Cedhak Kebo Gupak, Makna dan Pengertian nya.

0 46
Paribahasa sudah dikenal sejak jaman dahulu sebagai bentuk komunikasi untuk memberikan nasehat dengan memberikan kiasan atau perumpamaan sehingga bisa memberikan pesan secara tak langsung tanpa menyakiti hati orang lain. Dalam kebudayaan jawa, Paribahasa dikenal dengan nama sanepa / sanepan.
Dijaman sekarang banyak anak muda sudah tidak mengenal apa itu sanepan, hal ini tentu bisa saja disebabkan oleh jarangnya kebiasaan sanepan dipraktekkan dalam kehidupan sehari hari, oleh karenanya, dalam usaha menjaga budaya dan tradisi Jawa agar tidak luntur dan terlupakan begitu saja, kali ini wartajowo akan membahas tentang Sanepan.
Pengertian
Masyarakat Jawa pada jaman dulu memang sering memberikan petuah atau nasehat melalui bahasa kiasan, atribut, hiasan arsitektur dan lain sebagainya yang memiliki makna-makna tertentu. Perumpamaan tersebut lantas dinamakan sanepan. “Sanepa yaiku unen-unen bangsane pepindhan, angemu surasa mbangetake, nanging nganggo tembung sing tegese kosok balen karo karepe” artinya sanepa yaitu ungkapan berupa perumpamaan, perbandingan, dengan kebalikan kata.
contoh Sanepa
ada banyak sekali sanepan atau perumpamaan dalam bahasa Jawa, salah satunya adalah “Ojo cedhak kebo gupak” sanepa tersebut juga merupakan falsafah jawa yang artinya dalam bahasa Indonesia “Jangan dekat kerbau kotor”.
Makna
Makna dalam kalimat tersebut dalam kehidupan adalah bahwasanya lingkungan kita diibaratkan dengan kerbau, jika kita mendekati kerbau yang kotor, tentu kita juga akan terkena kotor. Maksudnya adalah dalam sebuah lingkungan bermasyarakat khusunya pergaulan sehari hari, hendaknya kita berhati hati dalam memilih teman, harus bisa melihat seperti apa lingkungan tempat tinggal kita. Karena lingkungan dan pergaulan memberikan dampak yang besar bagi kepribadian.
Sebagai contoh, jika kita bergaul dengan orang orang yang tidak baik, tentu ada peluang bagi kita menjadi ikut tidak baik. Contoh lainnya, bergaul dengan teman pemabuk. Mungki awalnya mereka tidak mengajak untuk ikut minum, namun lambat laun pasti mereka akan menawari untuk mencicipi.
Bisa saja satu atau dua kali menolak ajakan teman tersebut, namun pada suatu saat kita sedang ditimpa persoalan dalam kehidupan, tidak menutup kemungkinan bahwa teman teman tersebut menawari minuman. Terlebih tingkat keimanan manusia memang tidak stabil, kadang naik kadang turun. Saat saat seperti itulah kita bisa saja terjerumus untuk ikut mabuk mabukan.
Tentu lain ceritanya jika berteman dengan ustad atau orang yang faham akan agama, disaat hidup dilanda masalah, mereka akan menasehati dan membimbing supaya bisa melewati persoalan hidup dengan ikhlas dan sabar. Itulah makna singkat dari sanepan “ojo cedhak kebo gupak”. Meskipun terdengar singkat dan sederhana, namun dibalik kata tersebut ternyata menyimpan nasehat yang mendalam.
Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/09/pitutur-jawa-ojo-cedhak-kebo-gupak.html
Comments
Loading...