Pitutur Jawa Dari Sunan Kalijaga, Ojo Nggumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman

0 62

Periode perkembangan Islam dinusantara tak lepas dari peran para waki songo, para wali wali tersebut berhasil membawa islam ditengah masyarakat yang masih memegang teguh tradisi nenek moyang nya. Salah satu wali yang paling dikenal adalah Sunan Kalijaga. Ciri khas dari penyebaran Sunan Kalijaga adalah dengan media seni dan tradisi umpamanya wayang kulit.

Selain wayang kulit, pitutur atau nasehat dari Sunan Kalijaga masih dikenal hingga sekarang, salah pitutur (nasehat) dari Sunan Kalijogo adalah “Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman” filosofi jawa tersebut memiliki makna yang sangat dalam khususnya dalam kehidupan. dimana Sunan Kalijaga mengajarkan kepada kita bahwa manusia janganlah mudah Kagum, mudah Kecewa, mudah kagetan, dan bersikap manja.

Pertama, Aja gumunan (Ojo nggumunan yang berarti jangan mudah kangum)

Nggumun (Kagum) memang sudah kodratnya manusia. Namun jika kita mudah nggumun terhadap sesuatu justru akan berdampak tidak baik. Misalkan setiap melihat sesuatu yang baru, apapun itu, pasti diikuti. Tanpa tau ini baik atau buruk. Tanpa dicek dulu apakah ini benar atau salah. Seperti contoh dijaman tekhnologinsekarang ini, banyak sekali yang mengidolakan para Artis, dan sebagainya. Mereka menyebut dirinya fans fanatik. kadang rasa kagum tersebut membuat para penggemar ini berlaku diluar kewajaran. maka dari itu, jauh sebelum berkembangnya tekhnologi, Sunan Kalijaga sudah mewanti wanti kepada kita semua untuk tidak mudah kagum (Nggumunan).

Kedua, Aja Getunan (Ojo getunan yang berarti jangan mudah kecewa)

Setiap kita pasti pernah merasakan kecewa. Entah itu karena apa yang kita inginkan, yang kita harapkan tidaklah sesuai dengan kenyataan atau karena yang lain nya. Getunan (mudah kecewa) juga menjadi hal yang tidak baik. yang harus kita sadari bahwa, kita hanya bisa merencanakan, tapi tuhanlah yang menentukan. Terlalu larut dalam kekecewaan juga akan berdampak buruk bagi psikologis. Bahkan banyak sekarang kita melihat berbagai kasus bunuh diri, atau yang lainnya dan semuanya dilatar belakangi oleh rasa kecewa yang berlebihan. Boleh kecewa utamanya untuk menyesali pdosa dosa yang telah kita lakukan. Namun untuk masalah masalah kehidupan, baiknya kita harus bersikap seperti nasehat dari Sunan Kalijaga tersebut.

Aja kagetan (Ojo kagetan yang berarti jangan mudah kaget)

Kita mesti belajar untuk bersikap mawas diri, waspada dan fleksibel. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Segala sesuatu itu serba bisa terjadi. Jangan pernah meremehkan sesama. Bersikaplah secara wajar dan bijak.

Aja Aleman (Ojo Aleman yang berarti jangan manja atau cengeng)

bermakna jangan manja atau cengeng. Memang kata ini terdengar sederhana namun memiliki makna yang mendalam, kita bisa memetik pelajaran bahwa hidup itu tidak perlu gila pujian, sedikit-sedikit minta disanjung, sedikit-sedikit berkeluh-kesah dan seterusnya. Orang-orang yang cenderung aleman atau manja (cengeng) biasanya akan membesar-besarkan sesuatu yang kecil dan suka meremehkan atau menyepelekan sesuatu yang sebenarnya besar dan penting. Nah dari pitutur sunan kalijaga tersebut “Aja Aleman” kita belajar bahwa hidup itu mesti diperjuangkan dengan penuh kegigihan, namun juga mengalirlah secara fleksibel dan bijak.

Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/pitutur-sunan-kalijaga-ojo-nggumunan.html
Comments
Loading...