Pitutur Jawa : Aja Cedhak Kebo Gupak

0 29

Pitutur Jawa : Aja Cedhak Kebo Gupak

Pitutr Jawa Aja cedhak kebo gupak berasal dari kata Aja: Jangan; Cedhak: Dekat; Gupak: Terkena sesuatu yang kotor. Sebenarnya masih ada ungkapan dalam bahasa Jawa juga yang artinya sama: “Kebo gupak ajak-ajak”. Kembali kepada yang pertama, memang sudah menjadi risiko pekerjaan kerbau, untuk gupakkotoran.

Dalam tugas pokok dan fungsi kerbau untuk membajak sawah “so pasti” kerbau akan berlepotan lumpur. Kerbau akan “gupak” lumpur. Orang yang dekat-dekat kerbau “gupak” lumpur tentu saja termasuk golongan “high risk” untuk kecipratan lumpur.

Makna ungkapan “Aja cedhak kebo gupak” adalah: Dalam pergaulan hidup carilah teman yang benar. Jangan berteman dengan orang-orang yang berlepotan (gupak) dengan perbuatan yang melanggar aturan dan norma. Misalnya “Ma Lima”, Madat, Main, Maling, Minum dan Madon (Kecanduan, Judi, Mencuri, Mabok-mabokan dan main perempuan). Peluangnya besar untuk kecipratan perbuatan itu.

Kebo gupak asli yang “bukan” dalam arti kiasan setelah selesai membajak akan dibawa ke air oleh gembalanya untuk berkubang sekaligus membersihkan diri. Setelah itu si gembala naik ke punggung kerbau (tentusaja sudah tidak gupak lagi) sambil berdendang atau meniup seruling, mengantar ke kandang, menyediakan santap malam dan menyilakan istirahat malam. Kerja keras untuk gupak lagi menanti esok pagi

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2011/10/kebo-3-aja-cedhak-kebo-gupak.html
Comments
Loading...