Pingitan Jawa

0 263

Pingitan Jawa

Kita pasti tidak asing lagi dengan istilah prosesi pingitan pernikahan adat Jawa. Tradisi yang identik dengan adat jawa ini dilakukan oleh pasangan yang akan segera menikah. Biasanya tradisi pingitan ini lebih kepada si calon perempuan.

 

Jadi, kamu pasti sering mendengar istilah pingitan? Istilah pingitan sering sekali ada di dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Pada zaman dahulu, seorang perempuan harus sangat menjaga kehormatan diri dan tidak boleh sembarangan keluar atau bertemu orang. Oleh sebab itu, tradisi tersebut menjadi budaya turun – temurun hingga saat ini. Khususnya, sebagai syarat mutlak dalam sebuah acara pernikahan Jawa.

Prosesi pingitan ini, calon pengantin putri tidak diperbolehkan keluar rumah atau bertemu calon pengantin putra sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, yaitu sebelum acara akad nikah. Kedua mempelai harus tidak saling bertemu dahulu. Lalu, apa sih manfaat sebenarnya dari pingitan itu? Nah, berikut ini dalam manfaat-manfaat pingitan yang bisa kamu simak diantaranya:

  1. Menjaga kebugaran pengantin

Jadi, tujuan dari pelaksanaan pingitan adalah agar pengantin terpantau setiap saat dan bisa merasa bugar ketika hari pernikahan tiba.

  1. Supaya ada rasa kangen

Selain agar si pengantin terpantau setiap saat, pingitan juga mempunyai manfaat supaya ada rasa kangen dan deg-degan yang muncul di antara kedua calon mempelai. Jadi ketika keduanya bertemu di hari H, ada rasa kangen yang memuncak.

  1. Merawat tubuh mempelai wanita

Tradisi pingitan juga juga dilaksanakan guna merawat tubuh mempelai wanita, agar saat pernikahan tiba, aura cantiknya si mempelai wanita terpancar. Tak hanya bugar, tapi juga memesona.

  1. Untuk pelatihan sebelum menempuh hidup berumah tangga

Seorang calon pengantin wanita yang sedang menjalani masa pingitan, mendapat pelatihan dari keluarga pengantin yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga. Tujuannya, selain menghilangkan kebosanan tentu saja sebagai persiapan bagi dia untuk menjalani kehidupan barunya nanti sebagai ibu rumah tangga.

Source Pingitan Jawa brilio
Comments
Loading...