Petik Laut Pantai Sendang Biru Malang

0 8

Petik Laut Pantai Sendang Biru

Pantai Sendang Biru adalah salah satu pantai yang ada di pesisir selatan kabupaten Malang, tepatnya di Desa Tambakrejo Kec. Sumbermanjing Wetan. Pantai yang menghadap langsung ke Pulau Sempu ini menjadi tempat kapal kapal nelayan bersandar dengan ukuran yang bervariasi mulai dari motor kecil hingga kapal yang berukuran besar. Pantai ini juga merupakan salah satu pusat penangkapan ikan di Kab. Malang.

Setahun sekali, tepatnya setiap tanggal 27 september masyarakat daerah Pantai Sendang Biru mengadakan acara Petik Laut. Apa sih petik laut itu? “Petik laut” berasal dari kata “Petik”(bahasa Jawa) dan laut. Petik diartikan sebagai “ambil pungut” yang merupakan kependekan dari memetik, memungut, mengambil, dan secara harafiah berarti memetik hasil usaha dari laut, atau dalam bahasa Jawa dapat berarti “ngunduh”, yang berarti memetik hasil dari kelestarian kehidupan dari laut.

Petik Laut adalah suatu bentuk rasa syukur para nelayan di pantai Sendang biru atas hasil panen laut yang berlimpah yang diberikan oleh Sang Pencipta, dengan acara melarungkan nasi tumpeng setinggi satu meter beserta dengan berbagai sesajin dan simbol-simbol seperti Nyai Roro Kidul dan patung sepasang pengantin. Simbol-simbol ini memiliki makna tersendiri, seperti Nyai Roro Kidul dianggap sebagai penguasa lautan, sedangkan patung penganting dilambangkan sebagai kesuburan agar hasil bumi terus berlimpah. Setelah itu di arak menuju pusaran air atau tepat berada di tengah-tengah laut kemudian nasi tumpeng dan segala sesajinnya dilempar ke laut.

Sebelum acara larung sesaji, diadakan kirab kecil dengan mengusung sebuah replika Kereta Kencana berbentuk Naga yang diatasnya berdiri seorang putri sebagai perwujudan Nyi Roro Kidul, serta sebuah kapal kecil yang berisi lauk pauk hasil laut, hasil bumi, dan sesaji-sesaji lainnya. Di sebuah aula terbuka di depan tempat pelelangan ikan, prosesi Petik Laut dimulai.

Serangkaian ritual Petik Laut yang bersumber dari informan bapak. Ismadi adalah sebagai berikut:

  • Malam tasyakuran di Tempat Pelelangan Pelabuhan Perikanan Sendang Biru menjelang tanggal 27 September.
  • Pagi harinya, dipersiapkan perahu gitik dan sesaji yang dikirap (ider bumi) berupa gunungan (tumpengan yang besar berwarna kuning) dan sepasang temanten ke perkampungan nelayan yang berakhir di pelabuhan Baru Sendang Biru, dan selanjutnya siap mengikuti upacara tersebut.
  • Selesai upacara, simbol-simbol temanten dan gunungan di atas perahu gitik dan getek dilarung.
  • Perahu “Gitik Sesaji” berangkat menuju tempat lokasi Pelarungan (di tengah laut) dan diawali dengan memotong tali perahu yang tertambat di pelabuhan. Selanjutnya sesaji apapun diperebutkan oleh nelayan-nelayan yang hadir ditengah laut.
  • Malam hari, sebagai penutup Ritual Petik Laut diadakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk untuk menandai berakhirnya ritual tersebut

Proses ritual Petik Laut berlangsung sekitar 4 hari, ditandai dengan kegembiraan dan sukacita masyarakat nelayan Sendang Biru atas kesejahteraan serta bekerja selama melaut. Suasana pantai Sendang Biru sangatlah meriah. Di pelabuhan Pondok Dadap dilangsungkan berbagai atraksi bagi masyarakat, seperti lomba permainan, pameran hasil kelautan, pertunjukan musik, barongsai dan sebagainya. Sehari sebelum ritual itu dilangsungkan, biasanya masyarakat nelayan melakukan upacara doa, baik secara Islam maupun secara Kristen, dan dilakukan di masing-masing tempat ibadah.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Petik-Laut-Pantai-Sendang-Biru/
Comments
Loading...