Pertunjukan Seni Patingtung Dari Banten

0 164

Pertunjukan Seni Patingtung Dari Banten

Istilah Patingtung belum diketahui secara pasti berasal dan kata atau istilah apa. Kata Patingtung dapat diuraikan menjadi tiga buah suku kata yaitu p ting rung yang berasal dari Pk suara gendang kulanter atau iIpk (Kendang kecil yang diberdirikan), ThIg suara gendang jpjjjg (Kendang kecil yang dibaringkan) dan Twig adalah suara kendang atau bedug yang besar (Nenok, 2000:15).

Urut-urutan pertunjukkan seni patingtung dapat dikelompokkan ke dalam tiga tahap yaitu tahap sebelum pertunjukkan, tahap pertunjukkan dan tahap setelah pertunjukkan.

Tahap Sebelum Pertunjukkan

Tahap sebelum pertunjukkan merupakan proses untuk mempersiapkan sarana, misalnya mempersiapkan tempat pertunjukkan dalam bentuk panggung. Ukuran panggung tempat pertunjukkan bervariasi, ada luas, ada yang disesuaikan dengan kondisi tempat dan kemampuan (ada yang dengan ukuran panggung 6m lebar 4m dan tinggi panggung antara 1m-2,5m).

Panggung yang sudah dibuat kemudian dihias dengan berbagai bentuk janur dan buah-buahan seperti pisang dan spanduk. Selain itu juga disiapkan gamelan, lampu penerang, pengeras suara termasuk sesajen dalam bentuk :

  1. Air Teh manis
  2. Air teh pahit
  3. Kopi pahit
  4. Kopi manis
  5. Kue tujuh rupa
  6. Telor ayam mentah
  7. Menyan

Tahap Pertunjukkan

Tahap pertunjukkan adalah tahap pelakonan seni patingtung dalam bentuk tari karawitan, dan ketangkasan dalam memainkan alat sebelum pertunjukkan dimulai dan diawali dengan shalawat. Pertunjukkan patingtung biasanya dibuka dengan pertunjukkan tari tunggal yang diiringi dengan musik gembrung (musik trompet) dengan senggakan-senggakan dan lagu-lagu instrumental terompet seperti : Adem ayem, Numpak sado, Uti-uti Un.

Pertunjukkan dilanjutkan dengan tarian sambutan yang dimainkan oleh dua orang penari dengan gerakan-gerakan berkelahi dengan tangan kosong. Biasanya ada selingan acara dalam bentuk bobodoran dengan model dialog dan tari ketangkasan membawa piring.

Tarian berikutnya adalah tarian rampak yang dimainkan oleh tiga orang penari laki-laki yang diiringi gamelan pencak silat. Babak berikutnya adalah mengajukan tari pasangan pakai alat yaitu Trisula dan Tongkat atau Toya yang terbuat dan bambu. Tari pasangan ini mempertunjukkan perkelahian dengan tehnik menangkis.

Pertunjukkan diakhiri dengan tari tunggal mempergunakan golok dengan atraksi kekebalan tubuh oleh sayatan dan bacokan golok sendiri. Biasanya ditambah dengan acara debus dengan menampilkan ketangkasan mengupas kelapa dengan gigi, menggesek-gesek golok ke leher dan anggota tubuh lainnya, berguling-guling di atas dun paku, memakan bohiam, bara api, menggoreng kerupuk diatas kepala dan mengeluarkan kelelawar dan mulut.

Tahap Setelah Pertunjukkan

Tahap setelah pertunjukkan merupakan tahap untuk membereskan semua perlengkapan yang digunakan baik yang melekat pada tubuh setiap pemain melepas peralatan-peralatan yang ada di panggung pertunjukkan.

Source http://infobanten22.blogspot.com/ http://infobanten22.blogspot.com/2012/03/seni-tradisional-banten-seni-patingtung.html
Comments
Loading...