Pertunjukan Reog Sunda, Kesenian Dari Jawa Barat

0 195

Pertunjukan Reog Sunda, Kesenian Dari Jawa Barat

Reog Sunda adalah salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Kesenian ini  perpaduan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita yang berisikan kritik sosial dan juga pesan keagamaan tanpa adanya unsur magis.

Reog Sunda tidaklah sama dengan Reog di Ponorogo yang memakai Barongan. Reog ala Sunda hanya menggunakan alat musik sebagai medium berkeseniannya. Kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan Bodoran (lawakan), serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.

Dalam pertunjukannya, durasi kesenian Reog Sunda ini biasanya akan memakan waktu antara 1 sampai dengan 1.5 jam, dimana kesenian ini akan dipentaskan oleh 4 pemain. Masing-masing pemainnya tersebut akan membawa alat musik tradisional bernama “dogdog” atau gendang yang terbuat dari bahan dasar bambu.

Satu pemain akan berperan sebagai Dalang dan bertugas untuk mengendalikan permainan serta akan membawa alat musik yang disebut dengan “Tilingtingtit” berukuran 20 centimeter. Seorang lagi akan berperan sebagai wakil dalang serta akan membawa alat yang disebut dengan “Penempas” berukuran 25 centimeter. Dua orang sisanya sebagai peran pembantu yang umumnya akan membawa alat musik bernama “brangbang” yang berukuran 30 sampai 35 centimeter dan Badublang yang berukuran 45 centimeter.

Selain ke-5 alat musik tersebut (dogdog, Tilingtingtit, Penempas, brangbang, dan Badublang) masih ada lagi alat musik lainnya yang umumnya dibawa oleh para pemain sebagai pelengkap, seperti kendang, terompet, gong dan kecapi. Ada juga alat musik modern yang dipakai, seperti keyboard dan gitar. Di dalam kesenian ini juga ada penabuh waditra yang biasanya memakai beberapa perlengkapan alat musik tradisional seperti saron, rebab, gendang, gambang dan lain sebagainya.

Ada beberapa bentuk penyajian lagu-lagu yang biasa dibawakan untuk mengiringi Reog Sunda dan tentunya mempunyai ciri khas tersendiri, seperti kadipaten, rereongan, tilil, sisindiran, sintren, dan lain sebagainya. Selain itu terdapat 2 pola di dalam penyajiannya, yakni pola tabuhan kempringan yang mempunyai tempo lambat dan pola kekeringan atau irama cepat. Pola tabuhan kempringan berfungsi sebagai pengiring lagu, sedangkan pola kekeringan umumnya ditampilkan di babak awal pertunjukan.

Source https://www.kamerabudaya.com/ https://www.kamerabudaya.com/2017/11/reog-sunda-kesenian-tradisional-dari-jawa-barat.html
Comments
Loading...