Pertujukan Angklung Buhun Kesenian Dari Banten

0 223

Pertunjukan Angklung Buhun ini diawali dengan ritual khusus seperti  doa dan pemberian sesajen oleh seorang kuncen/ pawang. Dalam pertunjukannya, pemain membuat formasi melingkar. Sambil memainkan alat musiknya, juga diiringi gerakan-gerakan oleh para pempembacaanain sambil tetembangan lirih. Di tengah-tengah pemain, seorang kuncen menghadap kemenyan dan sesajen sembari membacakan doa.

Pertunjukkan kesenian Angklung Buhun terbagi kedalam tiga tahap, yaitu tahap sebelum pertunjukkan, tahap pelaksanaan pertunjukkan, dan tahap setelah pertunjukkan berakhir.
a. Tahap Sebelum Pertunjukkan
Sebelum pertunjukkan dimulai, kuncen melakukan upacara khusus untuk mengambil angklung atau mengeluarkan angklung dan tempatnya dengan terlebih dahulu membaca doa khusus.
Setelah angklung dibawa kemudian dibagi-bagikan kepada para pemain dan dibawa ke tempat pertunjukkan, setelah sampai di tempat pertunjukkan, angklung dikumpulkan di tengah-tengah tempat pertunjukkan bersama pemain dan sesajen. Sesajen yang diperlukan untuk kepentingan upacara mi berupa:
  1. Bakakak Ayam Kampung
  2. Tumpeng
  3. Kemenyan
  4. Nasi
  5. Kueh Tujuh Rupa
  6. Kembang tujuh warna
  7. Sirih
  8. Rokok
  9. Air putih dalam baskom yang di dalamnya berisi uang logam.
Setelah semua siap, kemudian kuncen yang sebelumnya sudah berpuasa tiga han tiga malam memulai acara mi dengan membakar kemenyan.
b. Tahap pelaksanaan pertunjukkan

Pertunjukkan dimulai dengan para pemain membuat formasi lingkaran, gerakannya berputar searah dan kanan ke kin, berlompatlompat, dan tetembangan linih seperti rnerintih-rintih. Tariannya tidak berubah, hanya berputar-putar terus, sedang di tengah lingkaran duduk seorang kuncen (pawang) sambil menghadap dupa kemenyan yang berasap, lengkap dengan sesajennya dan gerakan tan semakin cepat. Pada situasi seperti itu pertunjukkan diselingi dengan suatu atraksi adu kekuatan yang dimainkan oleh dua orang laki-laki yang saling mengadukan badannya dengan sekuat tenaga sampai salah seorang ada yang jatuh tersungkur. Hal seperti itu dilakukan berulang kali sampai seperti orang kelelahan, kehabisan tenaga. Pertandingan adu kekuatan berakhir setelah salah seorang menyerah kalah, yang berarti berakhirnya pagelaran kesenian angklung buhun.

c. Tahap setelah pertunjukkan berakhir
Setelah pertunjukkan berakhir, secara bersamaan semua pemainnya bergabung dengan penonton dipimpin oleh pawang (kuncen) memuja ke salah satu ladang yang ada di puncak bukit. Tabuhan angklung terus berbunyi dengan diiringi hentakan bedug, kemudian pawang menggali tanah dan menguburkan sesajen sambil menjelaskan kepada seluruh hadirin bahwa pelaksanaan buka ladang sudah bisa dimulai, sebentar lagi hujan akan turun yang berarti Sanghiang Batara Tunggal sudah mengirimkan kesejahteraan kepada kita semua, begitulah ucapannya dan selesai.
Source https://sites.google.com/site/nimusinstitut/angklung-buhun https://sites.google.com
Comments
Loading...