Persiapan Upacara Labuhan Parangkusumo

0 39

Persiapan Upacara Labuhan Parangkusumo

Persiapan upacara Labuhan dilakukan tiga hari sebelum tanggal pelaksanaan. Sedangkan rangkaian upacara itu sendiri terdiri atas empat tahap yaitu : pembuatan jladren (adonan) kue apam, pembuatan apam, upacara peringatan ulang tahun Sri Sultan HB di kraton Yogyakarta, serta upacara Labuhan.

Para puteri keraton membuat adonan kue apam itu. Prosesi ini disebut ngebluk. Apamnya terdiri atas dua jenis yaitu apam biasa dan apam Mustoko. Apam biasa dibuat sebanyak 240 buah lalu ditata di atas wadah bernama Nyiru. Sedangkan, apam Mustoko dicetak sebanyak 40 buah.

Apam Mustoko unik. Apam ini memiliki garis tengah sepanjang 20 cm atau satu jengkal tangan laki-laki dewasa. Tebalnya sekitar 5 cm. Akibat ukuran yang panjang dan besar ini, bagian dalamnya sering masih mentah. Lebih menarik lagi karena para puteri kraton pembuatnya harus sudah tua dan masih perawan.

Saat membuatnya, para puteri kraton ini mengenakan pakaian adat Jawa yang terdiri atas kain panjang dan kemben / kain penutup dada yang disebut “ubed.” Permaisuri Sri Sultan mengambil jladren pertama kali sebelum proses pembuatan apam ini dilanjutkan.

Kondisi berbeda terjadi saat Sri Sultan HB IX dimana beliau tidak memiliki permaisuri. Tugas pengambilan jladren itu lalu dilimpahkan kepada kerabat kraton yang paling tua silsilahnya, diteruskan puteri-puteri yang lain,

Diluar pembuatan apam, Widya Budaya, bagian dari keraton yang bertanggung-jawab mengurus upacara dan menyimpan naskah-naskah kuno bertugas menyiapkan benda-benda Labuhan dan membagikan benda-benda itu menjadi tiga bagian pada tahun biasa dan empat bagian pada tahun Dal lalu diletakkan di Parang Kusumo, gunung Merapi, gunung Lawu, serta desa Dlepih di Wonogiri.

Source https://gudeg.net/ https://gudeg.net/direktori/1832/upacara-labuhan-parangkusumo-dan-gunung-merapi-yogya.html
Comments
Loading...