Pernikahan Di Bulan Haji, Warisan Adat Turun Temurun

0 16

Pernikahan Di Bulan Haji, Warisan Adat Turun Temurun

Pernikahan atau upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan oleh dua sejoli dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial nampaknya heboh ketika memasuki bulan-bulan yang dianggap baik, seperti bulan Dzulhijjah (Bulan Haji) bagi kaum muslim.

Pengamat Sosiolog Musni Umar, menganggap banyaknya yang melangsungkan pernikahan di bulan bulan haji seperti sekarang, semata-mata karena kebiasaan orang tua zaman dahulu akan kepercayaannya terhadap suatu hal, yang menjadikan hal tersebut sebagai suatu adat, hingga menjadi suatu kebiasaan yang seolah diharuskan.

Jadi semua sebenarnya berawal dari kebiasaan hingga menjadi keharusan. Ini sebenarnya soal peninggalan dari orang tua kita zaman terdahulu. Semua bulan dan hari itu sebenarnya baik untuk pernikahan. Hanya saja ada kebiasaan turun temurun yang menjadikan suatu hari terlihat lebih spesial. Seperti bulan haji ini.

Pemilihan bulan baik tersebut, memang karena di dalam masyarakat kita itu masalah kepercayaan hari, bulan dan lainnya terbilang sangat tinggi. Apalagi jika dikaitkan dengan masyarakat Indonesia yang sangat dipengaruhi ajaran-ajaran agama. Seperti ajaran terdahulu dari kepercayaan Hindu dan Budha mengenai hari-hari baik yang dikaitkan dengan perkawinan itu sangat kental. Kemudian ditambah lagi kepercayaan Islam terkait hari baik dan hari buruk pernikahan menjadikan semakin kental. Dalam hal ini, sangat terlihat sebetulnya dalam masyarakat Jawa.

Untuk masyarakat Jawa sendiri, Musni menjelaskan memang sebagian besar sangat mementingkan momen pernikahan, mulai dari hari dan bahkan jam nya. Itu sangat menjadi perhatian bagi orang tua calon kedua mempelai. Seperti dalam Islam yang dipahami masyarakat Jawa, bulan-bulan Islam menjadi lebih istimewa dibanding bulan lainnya.

Seperti bulan ini, banyak orang yang melakukan perjalanan haji. Banyak orang yang melakukan kurban. Sehingga dikatakan banyak masyarakat Islam yang melakukan hal baik di bulan ini. Itulah yang membuat sebagian orang mempercayai bahwa bulan ini merupakan bulan baik untuk menikah.

Pertemuan dan kepercayaan masa lalu itulah yang akhirnya banyak diamalkan masyarakat kita sekarang ini. Itu yang membuat banyak orang melakukan pernikahan berdasarkan bulan bulan dengan momen tertentu. Karena untuk harapan orang tua, pernikahan di bulan baik itu sekaligus sebagai doa bahwa itu satu-satunya perkawinan dan untuk sepanjang massa.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/peristiwa/ramainya-pernikahan-di-bulan-haji-karena-warisan-adat-turun-temurun.html
Comments
Loading...