budayajawa.id

Pernikahan Adat Pacitan

0 18

Pernikahan Adat Pacitan

Perkawinan, dalam rangkaian upacara di sekitar hidup individu, perkawinan merupakan peristiwa yang menandai peralihan dari masa remaja kepada golongan orang tua. Perkawinan merupakan peristiwa yang terpenting dalam lingkaran hidup individu. Rangkaian peristiwa perkawinan didahuli dengan pemilihan jodoh, hal ini juga berlaku di kalangan masyarakat desa Sawoo dan Grogol, Kabupaten Pacitan. Pada jaman dahulu pemilihan jodoh di desa Sawoo dan Grogol sama seperti yang berlaku pada masyarakat desa di Jawa pada umumnya, yaitu tergantung kepada orang tua.

Namun demikian pada saat sekarang telah berubah, pemilihan jodoh diserahkan kepada pemuda-pemudi dan orang tua tinggal menyetujui. Namun demikian pemuda-pemudi itu juga harus mentaati ketentuan-ketentuan adat yang berlaku di daerah tersebut, misalnya adanya larangan perkawinan dengan saudara pancer wali yaitu antara dua orang yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga pengantin laki-laki berhak menjadi wali penganten wanita, penganten laki-laki adalah generasi yang lebih muda dari pada penganten wanita, (misalnya kemenakan laki-laki dengan bibi).

Disamping itu juga perkawinan yang hari lahir penganten laki-laki dan wanita menurut perhitungan adat tidak cocok. Telah dikemukakan bahwa perkawinan merupakan peristiwa yang terpenting di sekitar lingkaran hidup individu, oleh sebab itu upacara perkawinan telah dipersiapkan dan direncanakan secara matang beberapa bulan sebelumnya. Menurut kepercayaan bulan yang baik untuk melaksanakan perkawinan jatuh pada bulan Rejeb, Ruwah dan Besar. Menurut kepercayaan tiap pasangan yang kawin pada bulan tersebut akan mendapat kebahagiaan.

Source https://gpswisataindonesia.info/ https://gpswisataindonesia.info/2017/12/pernikahan-adat-pacitan/
Comments
Loading...