Permainan Tradisonal Pintu Seketeng

0 45

Permainan Pintu Seketeng

Yang dimaksud dengan pintu seketeng adalah tidak bedanya dengan pintu gapura. Permainan ini dimainkan oleh 20 anak atau lebih. permainan ini di Masyarakat Jawa Tengah.

Dengan Caranya:

Dipilih 2 anak yang paling besar. Mereka ini berdiri berhadapan. Kedua tangan diacungkan ke ke atas dan bergandengan, seolah-olah merupakan lengkung gapura.

Anak-anak yang lain berbaris urut, menghadap ke pintu seketeng (gapura) tadi. Jarak dari gapura sekitar 4 m. Cara berbaris, setiap anak yang berdiri di belakang, kedua tangannya memegangi pundak kawan yang ada di depan. Demikian seterusnya, sampai anak yang paling belakang.

Sambil bergerak maju ke arah pintu seketeng, barisan ini bernyanyi, lagunya apa saja yang kiranya sesuai. Ketika barisan yang berderet seperti ular ini tiba di depan pintu, maka salah seorang anak yang bertugas sebagai pintu segera bertanya:

“Hai, kalian mau ke mana?”

“Mau beli daging sapi satu kati.”

“Membawa surat atau tidak?”

“Tidak”

“Kalau tidak, masuklah lewat pintu seketeng ini!”

Barisan anak-anak tersebut segera menerobos pintu seketeng. Anak yang berada di paling belakang dalam barisan tersebut, segera dipegang oleh dua anak yang menjadi pintu dengan cara berbisik. Maksudnya agar jangan sampai terdengar oleh anggota barisan yang lain.

“Pilih mana, pisang raja atau pisang ambon?”

Kalau anak itu menjawab “pisang raja”, maka ia harus berdiri di belakang anak yang sebelah kiri. Kalau ia menjawab “pisang ambon” maka ia harus berdiri di belakang anak yang sebelah kanan. Demikian seterusnya, barisan tadi terus bergerak melingkar, akhirnya kembali berhadapan dengan pintu seketeng seperti semula. Setelah terjadi tanya-jawab seperti yang pertama, maka anak yang belakang lalu ditangkap dan ditanya.

Dengan demikian, lama-kelamaan anggota barisan itu akan habis. Sebagian ada yang mengikut anak yang menjadi pintu seketeng sebelah kiri, sebagian ada yang mengikut pintu sebelah kanan. Kedua barisan yang berhadapan ini kemudian saling bergeret-geretan. Yang lebih banyak anak buahnya, tentu akan menang.

Perlu pula ditambahkan di sini, bahwa ketika barisan akan memasuki pintu seketeng dan ditanya oleh si pintu, maka jawaban (dialog) dapat berganti-ganti, misalnya: “Mau beli bawang sekeranjang, mau beli lombok setenggok,”.

Source https://catatanwongndeso.wordpress.com https://catatanwongndeso.wordpress.com/2014/07/19/permainan-pintu-seketeng/
Comments
Loading...