Permainan Tradisional Sunda “Cingciripit”

0 4.391

“Cingciripit”

Seiring dengan perubahan zaman, permainan tradisional perlahan-lahan mulai di lupakan oleh anak-anak Indonesia. Parahnya lagi, sebagian dari kita belum mengenal permainan tradisional.

Manfaat dari permainan tradisional di antaranya ialah :

-Selain tidak mengeluarkan banyak biaya.

-Permainan –permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak.

-Secara tidak langsung, anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional.

-Mampu membentuk motorik anak, baik kasar maupun halus. Salah satu permainan yang mampu membentuk motorik anak adalah dakon.

-Motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini.

-Pada permainan ini pemain dituntut untuk memegang biji secara utuh sembari meletakkannya satu-satu di kotakkannya dengan satu tangan.

Salah satu permainan tradisional dari Sunda adalah Cingciripit

Dimulai dengan mencari siapa yang harus jadi pemain penjaga alias kucing atau ucing, seperti permainan bancakan atau ucing sumput.

Dalam permainan tersebut untuk menentukan siapa yang menjadi ucing ini ada beberapa cara yang bisa dipakai,yaitu :

1.Seperti menarik kumpulan rumput yang salah satunya sudah diberi simpul sebagai tanda yang mendapatkannya akan menjadi kucing.

2.Dengan meletakkan curuk, alias jari telunjuk ke telapak tangan salah seorang game master. Setelah semua peserta meletakkan jari telunjuknya, maka dimulailah nyanyian Cingciripit.

Nyanyian tersebut ialah sebagai berikut :

Cingciripit, tulang bajing kacapit,
kacapit ku bulu paré,
bulu paré seuseuketna,
jol, pa’ dalang mawa wayang, Jékjéknong !

Artinya :
Cingciripit, tulang tupai terjepit,
terjepit oleh bulu padi,
bulu padi yang bagian tajamnya,
jol, pa’ dalang bawa wayang, Jékjéknong !

Source Permainan Tradisional Sunda “Cingciripit” aku indonesia
Comments
Loading...