Permainan Mercon Bumbung

0 63

Permainan Mercon Bumbung

Warga Malang tentu sudah tidak asing ketika mendengar istilah mercon bumbung. Ya, mercon bumbung adalah sejenis permainan tradisional yang masih ada hingga sekarang. Bahkan, kita akan sering menjumpai permainan mercon bumbung di beberapa daerah di Malang selama bulan suci Ramadan. Mercon bumbung sebenarnya juga tersebar di beberapa wilayah nusantara. Beberapa kelompok masyarakat juga menyebut permainan tradisional ini dengan meriam bambu, bedil bambu, long bumbung, dan lain sebagainya. Lalu apa sebenarnya mercon bumbung tersebut?

Mercon bumbung adalah sejenis petasan yang dibuat dari sebilah batang pohon bambu pilihan. Agar bisa menyala dan menghasilkan suara dentuman maka harus dinyalakan dengan api. Api tidak serta merta berasal dari korek, tetapi menggunakan sebilah kayu  yang cukup panjang yang ujungnya sudah dililit kain. Kemudian ujung kayu tersebut dicelupkan ke dalam minyak tanah lalu baru disulut api. Lalu, ujung kayu dengan api menyala dimasukkan ke dalam pangkal lubang bambu yang dijadikan media untuk melakukan permainan mercon bumbung. Jika berhasil, maka bambu tersebut akan menghasilkan suara dentuman yang keras.

Jika dilihat dari sisi historinya, permainan mercon bumbung atau meriam bambu ini diperkirakan terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh bangsa Portugis saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke – 6. Meriam adalah sebuah senjata modern yang dimiliki oleh bangsa Portugis. Pada masa itu kehadiran meriam bagi orang-orang pribumi menjadi perhatian mereka. Mereka heran melihat ada benda yang bisa mengeluarkan bola panas yang bisa mengakibatkan kerusakan yang lumayan besar.

Berbeda dengan meriam sungguhan, mercon bumbung tidak mengeluarkan bola panas. Alat tradisional ini hanya mengeluarkan bunyi ledakan yang cukup keras, karena tujuannya hanya untuk permainan saja. Keras tidaknya dentuman dari mercon bumbung tergantung pada bambu yang dipilih. Di daerah Malang, permainan ini cukup populer. Terutama ketika bulan suci Ramadan tiba. Sekolompok anak kecil dan remaja laki-laki biasanya menyalakan mercon bumbung di area lapangan atau halaman yang cukup luas. Biasanya permainan dilakukan ketika sore hari menjelang maghrib atau ba’da Isya’.

Saking populernya permainan tradisional ini, bahkan hampir setiap tahun ada event atau kompetisi mercon bumbung. Salah satu yang akan berlangsung tahun ini di Kota Batu. Mercon bumbung dinilai cukup aman jika dibanding dengan petasan modern lain yang ada saat ini. Hanya saja, jika putra-putri Anda ingin melakukan permainan ini harus tetap ada pengawasan dari orang tua. Tidak sedikit kasus yang pernah kehilangan bulu alis atau bulu mata karena terkena panasnya mercon bumbung saat bermain.

Source https://ngalam.co/ https://ngalam.co/2017/06/09/permainan-mercon-bumbung-jadi-tradisi-wajib-bulan-ramadan/
Comments
Loading...