Perlengkapan Siraman Pengantin Adat Jawa

0 506

Perlengkapan Siraman Pengantin Adat Jawa

Siraman adalah salah satu rangkaian upacara pernikahan adat istiadat Jawa. Acara ini dilakukan sehari sebelum upacara ijab kabul. Kata siraman berasal dari kata siram atau adus yang berarti mandi. Makna dari upacara siraman adalah untuk memandikan calon pengantin yang disertai niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan murni atau suci secara lahir dan batin.

Menurut adat, upacara siraman dilaksanakan pada pagi hari antara pukul 10.00 sampai pukul 11.00. Namun dalam perkembangannya, acara siraman dilaksanakan pada sore hari, selepas Asar atau sekitar pukul 16.00, yang kemudian dilanjutkan dengan upacara midadareni.

Mereka yang memandikan pengantin dalam acara siraman biasanya para pinisepuh atau orang-orang yang tua dan dituakan, terutama orang yang telah mempunyai cucu atau setidak-tidaknya orang tua yang telah berputera dan mempunyai budi perilaku yang dapat dijadikan teladan karena akan diminta berkahnya.

Jumlah ganjil

Untuk upacara siraman sebetulnya jumlah orang yang akan memandikan tidak dibatasi, semakin banyak semakin baik asal jumlahnya ganjil. Namun untuk menjaga agar calon pengatin tidak kedinginan maka jumlah orang yang akan memandikan ditetapkan pitu (tujuh orang) yang berarti pitulungan. Siraman ini akan diakhiri oleh juru rias atau sesepuh (orang yang dituakan) dengan memecah kendi/klenthing dari tanah liat.

Perlengkapan

Perlengkapan yang perlu disediakan dalam upacara siraman terdiri dari:

Air dari sumber

Air bersih dari sumber mata air dipakai untuk memandikan calon pengantin agar menjadi murni/suci dan bersih lahir batin. Hal ini merupakan persiapan untuk menyambut kedatangan sang bidadari yang akan turun dari kahyangan (surga) untuk memberikan doa restu dan ikut mempercantik putrinya yang akan melangsungkan pernikahan.

Kembang Setaman (bunga sritaman)

Kembang setaman merupakan bunga-bunga yang tumbuh di taman seperti mawar, melati, kanthil dan kenanga. Bunga-bunga ini ditaburkan ke dalam air yang akan dipakai untuk supaya menjadi harum.

Konyoh Manca Warna

Konyoh merupakan lulur/bedak basah yang dibuat dari tepung beras dan kencur serta bahan pewarna. Manca atau panca (lima) warna (warna maksudnya lima macam warna). Jadi Konyoh Manca Warna artinya lulur yang terdiri dari lima macam warna, meliputi merah, kuning, hijau, biru dan putih. Konyoh ini berfungsi sebagai sabun yang dapat menghaluskan tubuh.

Landha merang, santan kanil, air asem

Landha merang (abu merang yang direndam dalam air) yang berfungsi sebagai shampo, sanatan kanil (air perasan parutan kelapa yang kental) yang berfungsi untuk menghitamkan rambut dan air asem digunakan sebagai conditioner. Apabila ingin praktis dapat diganti dengan shampo dan conditioner yang banyak dijual di pasaran.

Dua butir kelapa yang sudah tua

Kedua kelapa ini sebagian sabutnya diikat menjadi satu dan dimasukkan ke dalam air yang sudah ditaburi kembang setaman.

Alas Duduk

Alas duduk calon pengantin dalam upacara siraman terdiri dari:

  • Sehelai kain jingga atau berwarna merah tua.
  • Sehelai kain letrek berwarna kuning
  • Sehelai kain motif pulo watu, yaitu kain lurik berwarna putih berlerek/bergaris hitam.
  • Sehelai kain motif yuyu sekandang, yaitu kain lurik tenun berwarna coklat bergaris-garis berwarna kuning.
  • ­Empat macam kain motif bango tulak, yaitu kain yang tengahnya berwarna putih dan tepinya berwarna tua yaitu biru tua, kunjng, hijau, dan merah.
  • Dlingo bengle
  • Daun-daunan yang terdiri dari daun kluwih, daun kara, daun apo-apo. daun awar-awar daun turi, daun dhadhap srep, alang-alang, dan duri kemarung.
  • Sehelai mori (kain putih) dan sehelai kain.
  • Klasa bangka, yaitu tikar berukuran sekitar setengah meter persegi yang terbuat dari pandan

Sehelai mori berukuran dua meter 

Kain putih palos ini dikcnakan pada saat upacara siraman dan kain batik untuk alas sebelum memakai mori.

Sehelai kain motif grompol dan sehelai kain motif nagasari

Kain motif rompol dan nagasari ini bisa diganti dengan motif Iain yang juga bermakna positif (baik), misalnya: motif sidamukti, sidaasih, semen raja, semen rama, sidaluhur.

Sabun dan handuk

Dimaksudkan untuk membersihkan dan mengeringkan badan.

Kendhi atau klenthing

Kendi ini berisi air bersih yang digunakan untuk menutup dan mengakhiri upacara siraman.

Sajen Siraman

Sajen siraman meliputi:

  • Tumpeng robyong
  • Tumpeng gundhul
  • Dahar asrep-asrepen
  • Satu sisir pisang raja dan satu sisir pisang pulut masing-masing berjumlah genap.
  • Buah-buahan lengkap (pala gumantung, pala kependem direbus, dan pala kesampar).
  • Empluk-empluk diisi bumbu dapur lengkap
  • Satu butir telur ayam karnpung
  • Satu butir kelapa yang sudah dikupas
  • Satu tangkep (tangkup) gula kelapa
  • Juplak/damar/pelita, sama dengan sajen tarub
  • Kembang telon (kanthil, melati, kenanga)
  • Tujuh macam jenang-jenangan
  • Jadah jenang dodol, wajik, kacang tanah yang masih ada kulitnya direbus
  • Satu ekor ayam jantan: Ayam jantan sebagai syarat sajen siraman dan kerik ini setelah selesai dapat diberikan kepada periasnya
Source Perlengkapan Siraman Pengantin Adat Jawa Simomot
Comments
Loading...