Perkembangan Kesenian Tayub

0 39

Perkembangan Kesenian Tayub

Perkembangan pertunjukkan tayub sangat dipengaruhi oleh para penari perempuan (joged) dan munculnya penari-penari muda yang menjadikan pertunjukan tayub menarik dan semarak. Adanya penari muda, kesenian tayub bisa di lestarikan dan keberadaannya akan tetap ada di masyarakat. Dan seorang penari harus memiliki kemampuan menari, menyinden, merias diri dan berbusana baik untuk mendukung penampilannya dalam pertunjukan. Seorang joged harus menguasai lagu dan tembang maupun berekspresi dengan baik serta wajah yang mendukung atau cantik. Di samping memiliki wajah yang ceria juga memiliki perilaku yang ramah dan santun terhadap orang lain turut mendukung daya darik seorang penari.

Untuk menjadi seorang joged yang popular di butuhkan pengalaman dalam berbagai penas dan komunikasi yang baik dengan penonton. Maksudnya bukan hanya komuikas verbal tetapi juga komunikasi rasa supaya pengibing terpacu untuk berekspresi seni dengan baik. Walaupun peran joged sangat penting dalam pertunjukkan namun bukan hanya sosok joged yang hanya menentukan kesuksesan dalam pertunjukkan juga interaksi seniman tayub juga pengibing dan penonton. Dalam pertunjukkan tayub ada berbagai pemeran dalam pertunjukkannya yaitu pengarih, waranggana, penayub dan pengrawit gamelan. Penjelasan tentang pemeran dalam tayub sebagai berikut.

  • Pengarih atau pramugari adalah orang yang mengatur jalannya pertunjukkan tayub dari awal sampai akhir. Selain itu juga bertugas mengatur urutan giliran penari bagi para tamu, melerai perkelahian yang mungkin terjadi, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya: terjadi keonaran, mabuk-mabukan dan pelanggaran asusila lainnya.
  • Waranggana atau sindir adalah penari wanita dalam tayuban yang selain bertugas memberikan sampur kepada tamu juga menyanyi dan menari bersama pengibing. Seorang Waranggana atau sindir dalam penampilannya selain menari juga harus bisa menyanyi tembang. Selain bermodalkan paras cantik, seorang waranggana harus memiliki suara yang bagus dan menguasai berbagai macam lagu. Jumlah waranggana atau sindir dalam pertunjukkan  tayub tidak pasti, ada yang 2, 4, 6 bahkan ada yang 8 orang penari tergantung dari penanggap dan biasanya disesuaikan dengan banyaknya tamu yang diundang.
  • Penayub atau pengibing adalah sebutan bagi tamu yang diberikan kehormatan untuk menari bersama waranggana  dalam acara tayuban yang ditentukan oleh pengarih secara berurutan atau bergilir. Namun secara umum penayub dilakukan secara jamak atau bersamaan. Para penayub menari secara berjejeran berhadapan dengan penayub lainnya. Lalu di tengah-tengah terdapat beberapa waranggana yang menari dan menyanyi.
  • Pengrawit gamelan adalah sebutan bagi para pemain atau penabuh gamelan jawa lengkap yang mengiringi proses pagelaran tayub berlangsung. Macam instrumen gamelan yang di pakai dalam proses pagelaran tayub adalah kendang, gong, bonang, saron, peking, kenong, kempul, slentem, dan sebagainya.
Source http://budayacenters.blogspot.co.id/ http://budayacenters.blogspot.co.id/2016/01/asal-usul-dan-perkembangan-kesenian.html
Comments
Loading...