Perkembangan Kesenian Tarling di Jawa Barat

0 228

Pada awal masa perkembangannya, seperti yang terjadi di Karang  Ampel Indramayu, Tarling digunakan sebagai pengganti ‘Tayuban’, artinya melibatkan penggemarnya untuk turun ke arena untuk ikut berjoged bersama Ronggeng, sebutan sekarang sinden (Penyanyi). Jika pengemar tersebut senang maka akan memberi imbalan, atau bahasa sekarang sawer.

Abdul Adjid adalah salah satu pemimpin Tarling pada masanya di daerah Cirebon. Beliau memimpin Tarling pada 11 April 1964 dan memiliki pemikiran jika Tarling hanya monoton seperti itu saja, agak kurang menguntungkan masa depannya. Beliau tidak hanya merubah bentuk lagunya saja, tetapi bentuk dramatisasinya. Salah satu contoh bentuk lagu yang menggunakan dramatisasi yang sangat terkenal yaitu Baridin. Lagu tersebut merupakan “Love Story”-nya ala Cirebon. (beliau menganalogikan Romeo dan Juliet gaya Cirebon). Cerita tersebut berawal dari daerah Brebes tetapi berakhir di Cirebon. Secara jujur beliau mengakui bahwa bukan orang pertama dalam kesenian Tarling. Pak Jayana adalah orang yang pertama yang mengembangkan Tarling, hanya saja lagu-lagu yang disajikan oleh Pak Jayana  lagu-lagu yang berpola klasik.  Sedangkan pak Abdul Adjid bertugas di dalam dramatisasinya, dan ternyata hal tersebut diterima oleh masyarakat. Kedua tokoh itu merupakan tokoh penting dalam perkembangan musik tarling di Cirebon dan sekitarnya.

Source https://riyanhidayat28.wordpress.com/makalah-tentang-tarling-dikembangkan-dari-pemikiran-beberapa-narasumber-dan-literatur/ https://riyanhidayat28.wordpress.com
Comments
Loading...