Perbedaan Gamelan Antara Solo Dan Jogja

0 76

Perbedaan Gamelan Antara Solo Dan Jogja

Secara sepintas gamelan Yogya dan Solo terlihat sama. Bagi orang awam yang tidak biasa melihat atau mendengarkan gamelan Yogya dan Solo, pasti susah membedakannya. Dari bentuk fisiknya, gamelan Solo cenderung lebih rapat susunannya.

Sementara Yogya justru sebaliknya, lebih renggang atau lebar. Selain itu warna dasar gamelan Solo umumnya berwarna coklat atau warna asli kayu dengan hiasan warna emas. Gamelan Yogya cenderung berwarna cerah seperti merah, hijau serta hiasan warna emas.

Gamelan Solo

Untuk tampilan luar gamelannya juga cukup mencolok perbedaannya. Tampilan gamelan gaya Solo biasanya diberi ukiran tembus dua sisi (krawangan) dengan ukiran naga di beberapa instrument. Sedangkan tampilan gamelan gaya Jogja biasanya lebih sederhana dan ukiran hanya satu sisi, dengan ukiran manuk beri (sejenis garuda) di beberapa instrument. Di luar itu, jenis –jenis instrument yang dimainkan adalah sama kecuali penggunaan bedhug untuk gamelan-gamelan yang berasal dari Keraton Jogja yang jarang ada di gamelan dari Keraton Solo.

Bagi penikmat musik gamelan, sangat mudah membedakan suara gamelan dari jenis gending-gendingnya serta cara memainkan alatnya. Gending-gending Solo cenderung dinamis dan berkembang, sementara gending-gending Yogya sangat klasik karena harus melestarikan pakem dan tidak boleh diubah.

Gamelan Jogja

Pada dasarnya sangat sedikit sekali perbedaan dalam teknik memainkan gamelan. Namun perbedaan yang menonjol adalah sense atau ekpresi yang dibangun oleh repertoar gending-gendingnya. Musik gamelan Solo lebih banyak bersifat meditatif dan romantis terutama komposisi ladrang dan ketawang, peran instrument bonang barung sangat menonjol sehingga kesan yang ditimbulkan begitu halus dan kalem, irama seseg (tempo cepat) hanya berfungsi sebagai klimaks.

Sedangkan musik gamelan gaya Jogja lebih banyak bersifat heroik, entertain dan menggugah semangat terutama komposisi lancarandan soran, peran instrument wilahan sangat menonjol untuk menghasilkan kesan bersemangat dan heroik. Gending biasa dibuka dengan irama seseg (tempo cepat) dan diakhiri dengan irama seseg juga, sedangkan irama tamban (tempo lambat) hanya ada di tengah-tengah saja.

Gamelan Solo
Gamelan Jogja
Source https://achihartoyo.com/2018/02/10/serupa-tapi-tak-sama-inilah-7-perbedaan-solo-dan-yogya/ http://shantikawijaya.blogspot.co.id/2016/10/normal-0-false-false-false-in-zh-cn-ar.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.