Perang Tomat Bandung Barat

0 48

Perang Tomat

 “Hajat Buruan Rempug Tarung Adu Tomat” atau nama lain dari Perang Tomat merupakan kesenian atau sebuah tradisi di Kampung Cikareumbi RW 3, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Tradisi ini merupakan acara tahunan saat awal bulan Muharam, yang sudah berlangsung sejak 2012.

Perang tomat dilakukan sejak lima tahun lalu ketika harga tomat pernah anjlok sampai Rp 200/kg. Karena sayang jika dibuang, akhirnya warga menggagas mengadakan perang tomat. Tomat yang digunakan pun adalah tomat busuk. Hal itu sebagai simbol untuk melempar sifat kejelekan yang ada di tubuh manusia. “Ibaratnya seperti lempar jumroh yang dilakukan oleh jemaah haji di Tanah Suci yang sama-sama bertujuan mensucikan diri dari segala sifat buruk.

Perang  tomat ini merupakan pengembangan dari tradisi Hajat Buruan. Ialah suatu hiburan wujud syukur atau keberhasilan tanaman sayuran yang diungkapkan melalui sedekah sajian tumpeng dan pembagian air keramat dengan harapan mendapatkan berkah agar tanaman subur dan mendapatkan lindungan keselamatan serta ungkapan membuang sial segala macam hal buruk atau sifat tidak baik dalam masyarakat maupun dengan penyakit tanaman.

Sebelum perang dimulai, tokoh masyarakat setempat memimpin serangkaian upacara adat yang diiringi berbagai tabuhan alat musik dan penari.  Setelah mendapatkan aba-aba dari sesepuh kampong perang pun dimulai. Tidak kurang dari 2 ton tomat di gunakan untuk perang. Seusai acara, warga secara bergotong royong membersihkan tomat yang berserakan di jalanan lalu mereka saling bersalaman, tidak ada rasa dendam, semuanya bersuka cita setelah acara.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/PERANG-TOMAT-TRADISI-UNIK-DI-KABUPATEN-BANDUNG-BARAT/
Comments
Loading...