budayajawa.id

Peralatan Pada Permainan Cik Kecikan Madura

0 13

Peralatan Pada Permainan Cik Kecikan

Peralatan yang dipergunakan dalam permainan ini adalah dua buah kecik. Masing-masing kelompoknya dengan sebuah atau sebiji kecik, sebab fungsinya hanya dialihkan dari pemain yang satu kepada pemain yang lain. Selanjutnya sebuah halaman yang cukup luas untuk arena permainan. Dan di halaman tersebut digambarkan pola lantai, yakni garis paralel a dan b untuk memisahkan kedua kelompok yang saling berhadapan sejauh kira-kira lima meter (lihat denah arena permainan).

Apabila pelaku permainan ini telah mencukupi, lalu mereka membentuk dua kelompok yang seimbang. Caranya, masing- masing anak mencari pasangan yang sebaya atau yang fisiknya se­imbang. Lalu berunding dengan “suten”. Yang menang berkumpul dengan yang menang, begitu pula yang kalah berkumpul dengan yang kalah. Dengan demikian terbentuklah dua kelompok yang seimbang kekuatannya. Masing-masing kelompok memilih ketua atau pemimpinnya. Biasanya yang dipilih adalah anak yang trampil dan dianggap paling cerdik.

Selanjutnya, jika pelaku permainan telah terbentuk kelompok­nya. Lalu mencari lapangan tempat bermain yang cocok dengan ukuran yang diinginkan disepakati bersama. Lapangan tempat bermain dicari halaman yang luas.

Di atas tanah ini dibuatlah jarak pemisah antara dua kelom­pok. Setelah dibuat garis pemisah, kedua kelompok menempati kedudukan masing-masing di luar garis paralel, saling berhadapan, dalam posisi yang simetris. Kelompok yang masing-masing jumlah anggotanya lima orang ini mengatur diri dalam komposisi zig-zag, yakni tiga di muka dan dua di belakang. Kemudian pemimpin kelompok suten kembali untuk diundi, siapa vang menang dan siapa yane kalah yang menane biasanya mendapat giliran bermain terlebih dahulu. Misalnya kelompok A yang menang dan kelompok B yang kalah. Setelah diketahui siapa yang^bermain terlebih dahulu maka permainan pun mulai dilaku­kan.

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2012/09/18/cik-kecikan-permainan-rakyat-madura-jawa-timur/
Comments
Loading...