Pepatah Jawa “Endhek Wiwitane Dhuwur Wekasane”

0 98

Pepatah Jawa “Endhek Wiwitane Dhuwur Wekasane”

Peribahasa Jawa di atas secara harafiah berarti rendah permulaannya tinggi (pada) akhirnya. Hal ini bisa dicontohkan misalnya dengan pertumbuhan tanaman. Semua tanaman berawal dari biji, anakan, cangkokan, atau stekan. Semuanya itu masih berupa anakan atau cikal bakal pohon. Dalam pertumbuhannya semua tanaman itu kemudian akan meninggi dan membesar. 
 
Demikian pun dalam kehidupan sehari-hari, orang dapat saja secara sosial dianggap berkedudukan rendah, tapi bisa jadi juga dalam perjalanan hidupnya ia kemudian berkedudukan tinggi. Ada banyak contoh kasus dimana orang yang dianggap kecil dan rendah pada akhirnya bisa memiliki kedudukan yang tinggi, kaya, dan dihormati karena kelebihan yang berkembang di dalam dirinya. 
 
Oleh karena itu, pepatah ini menyarankan orang untuk bersikap optimistik dalam menjalani kehidupan. Tidak ada kehidupan yang bersifat instan. Semuanya membutuhkan proses. Semuanya dimulai dari sedikit, dari hal yang sederhana dan biasa, tidak tiba-tiba.
 
Selain itu, peribahasa atau pepatah ini juga menyarankan tentang penghargaan atas hal-hal yang kecil, yang terabaikan, dan mungkin juga terlupakan. Hal yang kecil dan sederhana saat ini belum tentu kecil dan sederhana pula di hari depan. Orang yang berkedudukan rendah, miskin, dan terabaikan belum tentu di hari depan ia tetap akan seperti itu. 
Source http://arsip.tembi.net http://arsip.tembi.net/edukasi/endhek-wiwitane-dhuwur-wekasane
Comments
Loading...