Pengantin Bekasri Tradisi Pernikahan Lamongan

0 100

Pengantin Bekasri Tradisi Pernikahan Lamongan

Daerah Lamongan mempunyai tradisi sendiri dalam melaksanakan upacara pernikahan. Tradisi pernikahan di Lamongan ini disebut Pengantin Bekasri, berasal dari kata bek dan asri; bek berarti penuh, dan asri berarti indah menarik, jadi Bekasri berarti penuh keindahan yang menarik hati. Tradisi ini cukup unik dan tidak terdapat di daerah lain. Pada dasarnya rangkaian pelaksanaan tradisi pernikahan di Lamongan dapat dikelompokkan menjadi empat tahapan, diantaranya :

  1. tahap mencari menantu.
  2. tahap persiapan menjelang peresmian pernikahan.
  3. tahap pelaksanaan peresmian pernikahan dan
  4. tahap setelah peresmian pernikahan.

Tahap mencari menantu terdiri dari beberapa kegiatan yaitu:

(1)   ndelok/nontok atau madik/golek lancu,

(2)   nyontok/ganjur atau nembung gunem,

(3)   linten atau negesi,

(4)   ningseti atau lamaran,

(5)   mbales atau totogan,

(6)   mboyongi,

(7)   ngethek dina.

Tahap persiapan menjelang peresmian pernikahan meliputi kegiatan-kegiatan:

(1)   repotan,

(2)   gedheg dan atau mendirikan tarup/terop,

(3)   ngaturi atau selamatan.

Tahap pelaksanaan peresmian pernikahan terdiri dari kegiatan:

(1)   akad nikah atau ijab kabul,

(2)   memberikan tata rias dan busana pengantin,

(3)   upacara panggih/temu pengantin,

(4)   resepsi.

Tahapan setelah peresmian pernikahan yang merupakan tahapan terakhir adalah sepasaran. Semua kegiatan dalam masing-masing tahapan ini dapat dilaksanakan seluruhnya secara penuh, tetapi dapat juga yang dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang dianggap penting dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi lokal setempat, dan kondisi keluarga kedua belah pihak.

Pada tahap pelaksanaan peresmian pernikahan, kedua pengantin merupakan pusat perhatian semua tamu yang hadir, maka dari itru, agar tidak sama dengan para tamu yang hadir, pengantin perlu dirias dan diberi busana yang lain dari busana sehari-hari. Tata rias dan busana pengantin Bekasri mempunyai keunikan tersendiri yang pada dasarnya meniru busana raja dan permaisuri atau busana bangsawan. Karena daerah Lamongan pada zaman kerajaan Majapahit merupakan wilayah yang dekat dengan ibukota Majapahit, maka busana yang ditiru dengan sendirinya busana raja dan permaisuri Majapahit.

Tetapi karena daerah lamongan mempunyai berbagai produk busana daerah yang mempunyai ciri tersendiri, misalnya kain batik khas Lamongan, maka corak kain batik ini tentu saja mewarnai corak busana pengantin Bekasri.

Source Pengantin Bekasri Tradisi Pernikahan Lamongan Pusaka Jawatimuran
Comments
Loading...