Penanggalan Bulan Pada Kalender Jawa

0 668

Penanggalan Bulan Pada Kalender Jawa

  1. Tanggal pertama tiap bulan Jawa, bulan kelihatan sangat kecil-hanya seperti garis, ini dimaknakan dengan seorang bayi yang baru lahir, yang lama-kelamaan menjadi lebih besar dan lebih terang.
  2. Tanggal 14 bulan Jawa dinamakan purnama sidhi, bulan penuh melambangkan dewasa yang telah bersuami istri.
  3. Tanggal 15 bulan Jawa dinamakan purnama, bulan masih penuh tapi sudah ada tanda ukuran dan cahayanya sedikit berkurang.
  4. Tanggal 20 bulan Jawa dinamakan panglong, orang sudah mulai kehilangan daya ingatannya.
  5. Tanggal 25 bulan Jawa dinamakan sumurup, orang sudah mulai diurus hidupnya oleh orang lain kembali seperti bayi layaknya.
  6. Tanggal 26 bulan Jawa dinamakan manjing, dimana hidup manusia kembali ketempat asalnya menjadi teja lagi.

Sisa hari sebanyak empat atau lima hari melambangkan saat dimana ‘Teja’ akan mulai dilahirkan kembali kekehidupan dunia yang baru. Proses perputaran hidup ini dinamakan ‘cakramanggilingan‘ (cakra = senjata berbentuk roda yang bergigi tajam, manggilingan = selalu berputar) atau juga disebut herucakra.

Manusia yang berbudi baik selalu mengikuti jalan yang diperkenankan oleh Yang Kuasa orang tersebut akan dituntun mengetahui sangkan paraning dumadi (datang ke dunia berawal suci hidup didunia berhati dan berperilaku suci dan kembali dalam keadaan suci lagi).

Nama-nama Bulan

Setiap eksistensi dari hidup manusia baru dimulai dengan Teja (sinar hidup yang diciptakan oleh kekuatan gaib dari Gusti Tuhan). Perputaran hidup manusia adalah dari teja kembali ke teja melalui suwung (kosong). Dari bulan pertama (Warana/ sinar) sampai dengan bulan ke sembilan manusia baru tersebut berada di kandungan ibu dalam proses untuk mengambil bayi hidup yang sempurna, siap untuk lahir; dari bulan kesepuluh dia menjadi seorang manusia yang hidup didunia ini.

Bulan kesebelas melambungkan akhir dari pada eksistensinya didunia ini yaitu, wusana artinya sesudahnya. Yang terakhir adalah suwung artinya kosong, hidup pergi kembali dari mana hidup itu datang. Dengan kehendak Gusti hidup itu kembali lagi menjadi Teja/ Cahaya, inilah perputaran hidup karena hidup itu abadi.

Ada kalanya orang tua bijak memberikan nasihat sebaiknya setiap orang itu tahu inti dari sangkan paraning dumadi atau purwa, madya, wusana. Sehingga orang akan selalu bertingkah laku yang baik dan benar selama diberi kesampatan untuk hidup didunia ini.

Satu tahun terdiri dari 12 bulan yang menunjukkan sangkar paraning dumadi (asalnya dari mana dan akan pergi kemana), disini ada 12 proses yaitu :

  1. Wadana (Sapar) artinya wiwit.
  2. Wijangga (Mulud) artinya kanda.
  3. Wiyana (Bakda Mulud) artinya ambuka.
  4. Widada (Jumadi Awal) artinya wiwara.
  5. Widarpa (Jumadi Akhir) artinya rahsa.
  6. Wilapa (Rejeb) artiya purwa.
  7. Wahana (Ruwah) artinya dumadi.
  8. Wanana (Pasa) artinya madya.
  9. Wurana (Sawal) artinya wujud.
  10. Wujana (Sela) artinya wusana.
  11. Wujala (Besar) artinya kosong.
  12. Warana (Sura) artinya tejo
No Penanggalan Jawa Lama Hari
1 Wadana 31
2 Wijangga 28
3 Wiyana 31
4 Widada 30
5 Widarpa 31
6 Wilapa 30
7 Wahana 31
8 Wanana 31
9 Wurana 30
10 Wujana 31
11 Wujala 30
12 Warana 31
Total 365

*Bandingkan jumlah harinya dengan tahun lunar/ hijriah berikut:

No

Penanggalan Jawa

Lama Hari

1 Sura 30
2 Sapar 29
3 Mulud 30
4 Bakda Mulud 29
5 Jumadilawal 30
6 Jumadilakir 29
7 Rejeb 30
8 Ruwah (Arwah, Saban) 29
9 Pasa (Puwasa, Siyam, Ramelan) 30
10 Sawal 29
11 Sela (Dulkangidah, Apit) * 30
12 Besar (Dulkahijjah) 29
Total 354

Source https://sabdadewi.wordpress.com/ https://sabdadewi.wordpress.com/2013/12/27/sistem-kalender-jawa/
Comments
Loading...