Penampilan Pemain Kesenian Kubro Siswo

0 30

Penampilan Pemain Kesenian Kubro Siswo

Dandanan pemain kesenian Kubro Siswo seperti tentara pada jaman keraton. Tetapi dari pinggang kebawah memakai dandanan seperti pemain bola tak lupa ada “kapten” yang memakai peluit. Selain memadukan antara tari-tarian dan lagu serta musik tradisional, terdapat juga atraksi-atraksi yang menakjubkan.

Diantaranya mengupas kelapa dengan gigi, naik tangga yang anak tangganya. Terdiri dari beberapa berang (istilah jawa bendho) dan yang lebih menariknya lagi beberapa penarinya ada yang kesurupan (ndadi, trance) atau kemasukan roh.

Kesenian kubro siswo lahir untuk menghibur masyarakat dan memperluaskan agama islam melalui ajaran-ajaran yang sifatnya lebih ringan yaitu dengan adanya kesenian kubro siswo. Hal ini terlihat jelas dari pesan-pesan dakwah melalui syair-syair dalam lagu tersebut.

Pesan yang diharapkan mampu mempengaruhi segi kognitif para penontonnya, terutama dalam hal pengetahuan keagamaan. Seringkali dalam nyanyian kubro siswo juga ditambah dengan nyanyian-nyaian lagu-lagu perjuangan yang tak lain berfungsi untuk menimbulkan semangat perjuangan untuk membela bangsa Indonesia.

Kesenian ini dimulai dengan Rodatan/Pembukaan yang memunculkan para penari yang berbaris dengan irama yang dinamis dan sangat semangat. Selanjutnya dimunculkan penari yang melakukan gerakan-gerakan lucu dengan nyanyian yang berbeda-beda.

Dilanjutkan dengan adegan hewan-hewanan yang memunculkan berbagai macam bentuk hewan yang menggambarkan kekuatannya masing-masing dari harimau, gajah, kerbau, badak dan kerbau, Sapi serta kuda. Pergelaran ditutup dengan rodat penutup yang menampilkam penari-penari yang menggambarkan prajurit yang semangat dan gagah perkasa dengan gerakan-gerakan berbaris yang unik ibarat sebuah pasukan.

Iringan yang dipergunakan dalam pertunjukan kesenian Kubrosiswo ini terdiri dari alat-alat music sederhana yang dibuat dari bahan-bahan sekitar daerah mereka. Instrumen yang dipergunakan adalah:

  • Dodog, sejenis kendang yang memiliki satu lobang disisinya, dan sisi lain ditutup dengan kulit kambing yang sudah dikeringkan dan dimasak. Fungsinya adalah sebagai penuntun irama dan pemimpin pada musik kesenian ini.
  • Bende sebanyak 3 buah yang terbuat dari besi yang dibentuk mirip dengan boning dalam gamelan jawa. Masing- masing memiliki bentuk yang berurutan dari kecil, sedang dan besar. Intrumen ini memiliki fungsi sebagai pemanis atau rhytme dalam keseluruhan bentuk musiknya.
  • Jidor merupakan Instrumen yang memiliki dua sisi lingkaran yang masing-masing dilapisi dengan kulit kerbau yang sudah dikeringkan. Memiliki fungsi sebagai bass yang berfungsi juga sebagai ketukan akhir di keseluruhan bentuk musik kesenian ini.

Kesenian kubrosiswo ini sekarang sudah semakin langka keberadaannya dibandingkan kesenian jathilan dan kesenian Ndayakan. Perkembangannya selama ini masih banyak di dominasi oleh masyarakat pegunungan Menoreh. Yang memiliki kekuatan kaki yang sangat kuat dibandingkan masyarakat di dataran rendah.

Seiring dengan perkembangan jaman kesenian ini dikhawatirkan akan semakin banyak menemui kendala dan regenerasi pendukungnya. Masalah Regenerasi ini juga menghinggapi semua kesenian rakyat yang ada dan berkembang di wilayah pedesaan dan pegunungan di sekitar Borobudur.

Source http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/ http://temanggung.dosen.unimus.ac.id/perpustakaan/kubro-siswo/

Leave A Reply

Your email address will not be published.