Pemimpin dan Pihak-pihak yang Telibat Dalam Upacara Ngarot

0 30

Waktu, Tempat, Pemimpin dan Pihak-pihak yang Telibat dalam Upacara

Sebagaimana upacara pada umumnya, upacara ngarot juga dilakukan secara bertahap. Tahap-tahap yang harus dilalui dalam upacara ini adalah sebagai berikut: (1) tahap penyembelihan kurban; (2) tahap penguburan kepala hewan kurban; (3) tahap arak-arakan; (4) tahap saweran; dan (5) tahap selamatan dan prasmanan. Seluruh rentetan upacara ini biasanya dilakukan dari pukul 01.00 dini hari hingga pukul 15.30 dan dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 hingga tengah malam. Sebagai catatan, penyelenggaraan upacara ngarot dilakukan setahun sekali pada bulan Oktober, menjelang musim penghujan (rendeng). Pada saat bulan Oktober ini biasanya hujan mulai turun sehingga para petani dapat segera menggarap sawahnya.

Tempat pelaksanaan upacara ngarot bergantung dari tahapan-tahapan yang harus dilalui. Untuk prosesi pemotongan hewan kurban, penguburan kepala hewan kurban, dan hiburan diadakan di alun-alun Desa Karedok. Untuk prosesi selamatan, prasmanan, dan saweran diadakan di ruangan Balai Desa Karedok. Sedangkan, prosesi arak-arakan diawali di alun-alun desa, kemudian dilanjutkan dengan berjalan di sepanjang jalan desa dan kembali lagi ke alun-alun desa.

Pemimpin upacara juga bergantung pada kegiatan atau tahap yang dilakukan dalam upacara ngarot. Pada tahap penyembelihan dan penguburan kepala hewan kurban, yang bertindak sebagai pemimpin upacara adalah kuncen atau pakuncen. Kemudian, yang bertindak sebagai pemimpin upacara saat pembacaan ijab dalam penguburan kepala kerbau dan selamatan adalah lebe. Seluruh jalannya upacara ini diawasi oleh para sesepuh1 desa yang dianggap mengetahui seluk belum upacara ngarot. Ketiga komponen warga masyarakat ini merupakan keturunan langsung dari pelaksana upacara sebelumnya.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan upacara ngarot adalah: (1) Kepala Desa Karedok dan isterinya yang nantinya akan diarak dengan jampa untuk berkeliling kampung; (2) isteri-isteri sesepuh desa yang bertugas mempersiapkan bahan-bahan sesajen dan sekaligus mengolahnya; (3) panitia upacara yang bertugas mempersiapkan baladongan, panggung kesenian, penyediaan kursi dan meja; (4) para ketua RT (Rukun Tetangga) yang bertugas mengerahkan warganya untuk membuat gantar yang akan diperlombakan pada saat upacara; (5) kelompok kesenian yang bertugas mengisi acara hiburan malam hari setelah upacara ngarot; dan (6) warga masyarakat Desa Karedok yang ikut membantu mensukseskan upacara ngarot dengan membuat kaca-kaca, jampana, dan menyaksikan jalannya upacara.

Source https://uun-halimah.blogspot.com https://uun-halimah.blogspot.com/2008/05/upacara-ngarot-pada-masyarakat-sumedang.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.