Pemikiran Jawa : Makna Kolak di Bulan Ramadhan

0 71

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita akan menemui menu berbuka puasa bernama Kolak. Menu yang menjadi “syarat wajib” bagi yang menunaikan buka puasa setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga. Yups, kolak adalah menu buka puasa Ramadhan yang dibikin dengan kombinasi pisang atau ubi dan kuahnya perpaduan santan dan gula merah, dan untuk menambah variasi ditambahkan kolang-kaling. Nah, pertanyaannya buat teman-teman semua.

Bagaimana hidangan ini muncul di Indonesia dan menjadi salah satu khasanah di bulan Ramadhan? Kemunculan kuliner kolak ini tidak lepas dari dakwah para ulama di era perkembangan Islam di tanah Jawa. Salah satu cara para ulama untuk menyebar luaskan agama Islam dengan media kolak sebagai salah satu alat peraga dakwah. Penyajian kolak biasa dilakukan para ulama sebelum atau sesudah mengadakan kumpul warga atau sarasehan, mereka disajikan suguhan yakni kolak.

Pemberian nama Kolak berasalah dari kata Khalik yang bermakna Sang Pencipta atau Allah SWT. Pemberian nama Kolak dimaksudkan untuk mendekatkan dan selalu mengingat kepada Allah SWT, itulah alasan utama kenapa Kolak disajikan pada bulan Ramadhan. Pemaknaan kolak itu pun didasarkan pada bahan-bahan dasar pembuatan kolak itu sendiri. Bahan dasar pisang kepok atau ubi pun dimaknai secara mendalam. Kata Kapok atau Kepok dimaksudkan agar setiap umat Islam bertaubat atau jera.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.rdEXnA5K5e_74K1_AScvXE-Msa-2SHsDsXkf5aG9BxKuWKOsTkJvk_tGfwc6MMjS-EYEWQL68Q_jdqh3z1j66A
Comments
Loading...