Pembagian Iket Sunda

0 147

Pembagian Iket Sunda

Ingatkah dengan sosok Kabayan? Kabayan si bujang Sunda ini selalu digambarkan memakai penutup kepala khas Sunda. Nah ternyata ika kepala yang dipakai oleh Kabayan bernama totopong. Totopong atau nama lain dari Iket, merupakan tutup kepala khas Sunda yang mirip dengan blangkon di Jawa atau Udeng di Bali. Iket berasal dari bahasa Sunda yang berarti “ikat” atau “ikatan”. Zaman dahulu iket berfungsi mencerminkan kelas dalam masyarakat, hingga tampak jelas perbedaan kedudukan seseorang (pria) dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuknya yang beragam diciptakan sebagai simbol yang berkaitan dengan keagamaan, upacara adat, dan status sosial tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap mempunyai peranan dalam suatu kelembagaan. Iket sebagai tutup kepala juga memiliki nilai yang lebih berharga dibandingkan dengan tutup kepala yang lain, karena dalam proses pembentukannya diperlukan kejelian, keterampilan, ketekunan, kesabaran dan rasa estetika yang tinggi dari pemakainya. Hal ini akan membuktikan bahwa iket dapat mencerminkan status simbol pemakainya. Oiya, dulu warna iket hanya terbatas hitam atau putih, namun seiring berkembangnya zaman, warna iket kini bervariasi, bahkan motif dan corak iket pun terus berkembang.

Pembagian Iket Sunda

Berdasarkan sejarah, iket dibagi menjadi dua bagian besar yaitu iket bukun (iket baheula) dan iket kiwari (iket modern/praktis). Iket buhun merupakan model iket dari sesepuh zaman dulu di wilayah Pasundan dan dibentuk dari kain persegi empat yang dilipat dengan aturan khusus sehingga membentuk model iket seperti Barangbang Semplak, Julang Ngapak, Parekos Jengkol, Buaya Ngangsar dan model iket lain yang biasa dipakai di kampung-kampung adat.

Iket Kiwari adalah model iket yang berasal dari orang-orang zaman sekarang yang bentuknya menyerupai bentuk dan model iket buhun, meskipun telah mengalami beberapa perubahan sesuai dengan perkembangan mode dan fashion. Termasuk iket Kiwari diantaranya Iket Candra Sumirat, Iket Maung Leumpang, Iket Hanjuang Nangtung, Iket Pratis Parekos, Iket Praktis Makuta Wangsa, Iket Praktis  Mancala Putra, dan Iket Batu Kincir (rekaan Ki Dadang).

Source http://www.infobudaya.net/ http://www.infobudaya.net/2017/12/serba-serbi-iket-sunda-yang-harus-kamu-ketahui/
Comments
Loading...