Pemain, Waditra, Dan Busana Kesenian Patingtung Dari Banten

0 177

Pemain, Waditra, Dan Busana Kesenian Patingtung Dari Banten

Istilah Patingtung belum diketahui secara pasti berasal dan kata atau istilah apa. Kata Patingtung dapat diuraikan menjadi tiga buah suku kata yaitu p ting rung yang berasal dari Pk suara gendang kulanter atau iIpk (Kendang kecil yang diberdirikan), ThIg suara gendang jpjjjg (Kendang kecil yang dibaringkan) dan Twig adalah suara kendang atau bedug yang besar (Nenok, 2000:15).

Pemain seni patingtung terdiri dari penari dan pengrawit. Penari dapat juga disebut sebagai pesilat, karena pada dasarnya pemain patingtung merupakan anggota perkumpulan persilatan tertentu. Untuk menjadi penari dibutuhkan persyaratan tertentu, seperti :

  • Mengucapkan bismillah 5x dan shalawat 5x
  • Menjauhkan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama seperti : mencuri, berzina, berjudi, dan mabuk.
  • Harus beragama Islam dengan mengucapkan Syahadat

Jumlah penari antara 10-15 orang dengan pembagian tugas

  1. untuk membawakan tarian tunggal
  2. untuk membawakan tarian sambutan
  3. untuk membawakan tarian pasangan dengan menggunakan alat golok
  4. untuk membawakan tarian piring

Sedangkan pangrawit merupakan pemain yang memainkan seperangkat waditra yang terdiri dari 8 orang waditra.

Waditra yang digunakan dalam seni patingtung

  • Kendang Besar
  • Kendang Kecil
  • Terompet
  • Gong dengan 3 macam ukuran
  • Ketuk
  • Kecrek

Selain waditra, juga terdapat peralatan tambahan untuk kelengkapan permainan, yaitu trisula, tongkat atau toya dan golok.

Busana Yang Digunakan Dalam Seni Patingtung

Busana yang digunakan dalam seni patingtung merupakan busana adat yang didominasi oleh warna hitam yang terdiri dari baju, celana, lomar/ikat kepala dan ikat pinggan.

  • Baju : Baju potongan kampret yaitu baju potongan tanpa kerah, berkantung dua bagian bawah kiri dan kanan serta bertangan panjang.
  • Celana : Celana potongan pangsi yaitu celana dibuat tanpa kantong dan tanpa ikat pinggang.
  • Lomar terbuat dari kain batik loreng, berbentuk ikat kepala segi tiga atau segi empat yang dilipat menjadi segitiga.
  • Ikat pinggang : terbuat dari kain warna merah, berbentuk persegi panjang.
Source http://infobanten22.blogspot.com/2012/03/seni-tradisional-banten-seni-patingtung.html
Comments
Loading...