Pelaksanaan Tradisi Apeman Desa Srikandang Jepara

0 186

Pelaksanaan Tradisi Apeman Desa Srikandang Jepara

Meskipun hanya berlangsung satu tahun sekali, tradisi ini tidak diperingati secara meriah. Biasanya, para masyarakat membuat apem satu hari sebelum diadakannya peringatan tersebut. Setelah itu, apem yang telah dibuat tadi diantarkan ke rumah kerabat dekat dan para tetangga. Hal ini untuk merekatkan tali silaturrahim sekaligus menyampaikan ucapan maaf dengan perantara apem tersebut. Meskipun jajanan yang diantarkan sama jenisnya,  namun suasana harmonis mampu menciptakan suasana yang berbeda di antara sesama.

Hal inilah yang memberi nilai plus terhadap tradisi yang berlangsung selama bertahun-tahun. Tak perlu meriah, asalkan mampu memberi nilai tambah. Selain itu, pada pagi hari di hari jum’at wage juga diadakan slametan atau berkumpul di masjid atau musholla terdekat untuk memohon ridlo Allah. Acara ini biasanya diisi dengan bacaan tahlil dengan apem sebagai hidangannya. Setelah saling memaafkan kepada sesama, kegiatan slametan (minta keselamatan kepada Allah) juga dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga terjalin hubungan yang baik antar sesama manusia serta antara manusia dan Allahnya.

Sekilas Tentang Apeman Di Desa Srikandang

Di wilayah Jepara, tidak semua masyarakat melaksanakan tradisi apeman. Beberapa daerah yang masih menjalankan tradisi ini seperti di Diantara masyarakat yang masih melkasanakan tradisi ini adaalh di desa Srikandang. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, pelaksanaan tradisi ini lebih memperlihatkan sisi kedekatan antar sesama kerabat dengan saling berbagi makanan dan berbagi maaf.

Pada pagi harinya, masyarakat, khususnya kaum pria melaksanakan slametan di masjid atau musholla terdekat dengan apem sebagai sajiannya. Slametan dilaksanakan pada pukul 06.00 dan berakhir sekitar pukul 06.30. Tujuan dari diadakannya slametan ini yaitu untuk meminta keselamatan kepada Allah dari segala bala’, baik yang telah maupun yang akan datang. Adapun setelah acara slametan selesai, masyarakat dapat kembali malaksanakan kegiatannya masing-masing dengan tetap berharap keridloan dari Allah dalam setiap aktifitas.

Source http://ulyaaaaa.blogspot.co.id http://ulyaaaaa.blogspot.co.id/2014/01/tradisi-apeman-di-desa-srikandang.html
Comments
Loading...