“Pati Unus ” Raja Muda Yang Menentang Portugis

0 248
Biografi Pati Unus

Pati Unus memerintah Kerajaan Demak sangat singkat yaitu mulai tahun 1518 sampai 1521. Pati Unus sendiri lahir pada tahun 1480 dan meninggal pada tahun 1521. Pati Unus dalam kisah sejarah Kerajaan Demak yang populer, adalah anak menantu dari Raden Patah raja pertama Kerajaan Demak. Gelar Pati Unus “Pangeran Sabrang Lor” disematkan kepadanya karena ia pernah memimpin pasukan untuk menyerang Portugis dan menyebrangi lautan utara atau Laut Jawa menuju Malaka.

Mengenai nama Pati Unus, ada yang menyebutkan bahwa nama asli beliau adalah Raden Surya. Riwayat lain menyebutkan bahwa Pati Unus merupakan menantu Raden Patah yang memiliki nama asli Raden Abdul Qodir yang merupakan putra dari Raden Yunus dari Jepara. Raden Muhammad Yunus sendiri adalah putra dari seorang ulama dari Parsi yang bernama Syaikh Kholiqul Idris. Syaikh ini kemudian menetap di Jawa tepatnya di Jepara di sekitar awal tahun 1400 masehi. Syaikh Idris ini kemudian menikah dengan seorang putri dari Muballigh dari Gujarat yang telah dulu tinggal di Jawa.

Dari pernikahannya dengan putri ulama Gijarat, kemudian Syaikh Idris dikaruniai anak yang diberi nama Raden Muhammad yunus yang kemudian menikah dengan seorang putri dari pembesar Majaphit. Setelah menikah dengan anak dari pembesar Majapahit, Raden Yunus kemudian dipanggil dengan sebutan Wong Agung Jepara. Dari pernikahan Muhammad Yunus dan putri pembesar Majaphit ini kemudian lahirlah seorang anak laki-laki yang cerdas dan tangguh yang bernama Abdul Qadir. Dan, setelah dewasa, Abdul Qodir kemudian diambil menantu oleh Raden Patah yang merupakan raja pertama Kerajaan Demak. Setelah diambil menantu, maka nama Abdul Qodir ini lebih populer dengan sebutan Adipati bin Yunus dan lebih terkenal lagi dengan sebutan singkat Pati Unus.

Perang Melawan Portugis

Adipati Unus yang masih muda dalam menyerang Portugis dengan pasukan yang kuat, terdengar beritanya ke penjuru pulau Jawa, ia bahkan diberikan gelar Pangeran Sabrang Lor (Pangeran yang menyebrang ke utara ). Ada beberapa laporan yang menjelaskan  nasib Adipati Unus secara berbeda. Ada yang mengatakan bahwa ia wafat saat pertempuran berlangsung, namun menurut Raffles, Adipati Unus berhasil selamat dan pulang ke Jawa, namun tak lama ia menderita penyakit paru–paru dan akhirnya wafat. Sumber lain mengatakan ia berhasil pulang walau dengan tangan hampa. Keberanian sang pangeran muda melawan Portugis di kenang oleh warga di Pulau Jawa, sebab di usia yang masih muda ia dengan berani melawan bangsa Portugis yang pada masa itu dikenal sebagai bangsa yang cukup kuat dan tangguh.

Di sisi lain, kegagalan Adipati Unus disambut dengan gembira oleh sebagian pihak di Jawa, khususnya mereka–mereka di pantai utara Jawa yang mempunyai relasi cukup baik dengan bangsa Portugis dalam bidang perdagangan. Adipati Wira dari Tuban contohnya, ia diyakini walaupun seseorang yang muslim namun dianggap bukan seorang pengikut yang taat, sehingga disebutkan oleh Tome Pires ia lebih suka menjalin relasi dengan Portugis dibandingkan dengan Kesultanan Demak. Sehingga pihak – pihak ini dirasa oleh Adipati harus disingkirkan karena dianggap ancaman bagi Kesultanan Demak. Oleh karena itu, dilancarkanlah ekspansi ke beberapa daerah di pantai Utara Jawa untuk menghalau meluasnya pengaruh Portugis di tanah Jawa. Memang belum jelas bagaimana nasib Adipati Unus setelah kegagalanya menyerang Portugis. Tetapi satu hal yang pasti, kekuasaanya sebagai penguasa Kesultanan Demak berakhir dalam waktu yang singkat dan kemudian diserahkan kepada Sultan Trenggana.

Source "Pati Unus " Raja Muda Yang Menentang Portugis "Pati Unus " Raja Muda Yang Menentang Portugis "Pati Unus " Raja Muda Yang Menentang Portugis
Comments
Loading...