Parikan Kesenian Rakyat Jawa

0 37

Parikan merupakan salah satu jenis puisi Jawa modern yang serupa dengan pantun Melayu dalam hal wujud spasial dan pola rimanya. Parikan dapat dianggap sebagai puisi rakyat karena hidup dan berkembang di tengah-tengah rakyat. Sebagaimana kesenian rakyat yang lain, kebanyakan wacana parikan yang ditemukan di lingkungan masyarakat Jawa tidak diketahui siapa penciptanya. Wacana parikan dapat ditemukan dalam berbagai kehidupan masyarakat Jawa, menjadi bagian kehidupan sehari-hari dengan muatan nasihat, sindiran, senda gurau dan sebagainya.

Tema parikan bermacam-macam meliputi apa yang terjadi dalam kehidupan manusia sehari-hari. Misalnya masalah ekonomi, sosial, perjuangan, pendidikan, penjajahan, kesengsaraan bahkan asmara. Bisa saja suatu parikan sangat terkenal dan disukai di masa tertentu atau masa lalu, tetapi di masa kini kurang disukai dan tidak terkenal. Walaupun isinya kadang-kadang hal yang menyedihkan, tetapi parikan mempunyai sifat menghibur.

Parikan tersebar di semua kalangan pemakai bahasa Jawa, sehingga tidak mengherankan apabila bahasanya diwarnai berbagai dialek bahasa Jawa. Parikan merupakan ekspresi kehidupan rakyat jelata di semua kalangan pemakai bahasa Jawa tersebut. Bahasanya sederhana, terus terang, lugas dan dapat dipercaya. Contoh:

Kenthang karo kobis
Jepang menang wong Jawa ngemis
Kentang dengan kobis
Jepang menang orang Jawa (jadi) pengemis

Kunir kuning temu ireng
Temu lawak jamu galian
Lencir kuning dhasar gantheng
Kapan awak jajar lenggahan
Kunyit kuning (dan) temu hitam
Temu lawak jamu galian
Kuning semampai dasar tampan
kapan kubisa duduk berdampingan

Di samping itu parikan juga muncul sebagai seni pertunjukan, baik fungsional seperti halnya dalam pertunjukan ludrug maupun sebagai isen-isen ‘isian’ berupa cakepan senggakan ‘syair yang meningkahi syair utama’ dalam gendhing.

Source Parikan, Pantun Jawa yang Menghibur Parikan Kritisi Tradisi Lisan Jawa “Parikan”

Leave A Reply

Your email address will not be published.