Paribasan Ajining Raga Dumunung Ana Ing Busana Dan Ajining Diri Dumunung Ana Ing Lathi

0 102
Aji: bernilai, berharga; Dumunung ana: terletak di; Busana: pakaian; Lati: bibir. Ringkasnya, tubuh kita dinilai dari pakaian yang kita kenakan dan pribadi kita dinilai dari ucapan kita.
“ajining raga” saja orang sering lupa “ajining diri” yang justru lebih penting. Sebaliknya kalau disebut “ajining diri” saja, ada yang kemudian melupakan “ajining raga”. Padahal hidup jaman sekarang ini gebyar fisik berdiri di depan. Contohnya kalau kita kedatangan tamu berdasi apalagi pakai jas, bagaimanapun kita pasti akan lebih segan dan lebih hormat kepada tamu kita itu. Paling tidak pada awal kedatangannya.
Ajining diri dumunung ana ing lati” tidak banyak kupas disini karena sudah terbahas pada posting-posting terdahulu, misalnya “aja omong waton nanging ngomonga nganggo waton” kemudian “kakehan gludhug kurang udan” dan masih ada lagi, termasuk dalam “kumpulan pitutur”. Masalah “bicara” ternyata penting sekali dalam kehidupan manusia.
Orang akan lebih mudah menangkap dan menindaklanjuti pitutur “ajining raga dumunung ana busana” sekaligus melupakan pitutur-pitutur terkait lainnya. Bahwa hidup harus “prasaja”(sederhana), “ngerti empan papan” dan lain-lain. Maka jadilah ia orang yang berpenampilan burung merak dimana saja dan kapan saja tanpa melihat situasinya. Buntutnya ia menjadi sumber “rasan-rasan”. Orang “ngrasani” sebenarnya tidak baik, tetapi orang seperti ini kelihatannya memang layak “dirasani”.
Source http://iwanmuljono.blogspot.com http://iwanmuljono.blogspot.com/2011/12/ajining-raga-dumunung-ana-ing-busana.html
Comments
Loading...