Pantun Bambu, Kesenian dari Banten

0 64

Alat musik Pantun Bambu terbuat dari ruas bambu dengan diameter sekitar 10 cm dan panjangnya 80-100 cm. Ruasnya dua dengan lubang di tengah dan berlidah serta disertai tiga senar bernada diatonik atau empat tangga nada. Pantun Bambu dimainkan dengan cara dipukul atau diketok.

Dalam memainkan alat musik Pantun Bambu biasanya dilakoni berkelompok atau grup. Tiap grup terdapat tiga orang dan tiga Pantun Bambu, masing-masing berfungsi sebagai pantun melodi atau gendang tepak, pantun bas atau gendang bung dan pantun ritme atau yang dalam bahasa aslinya disebut juga gendang blampak.

Pantun Bambu dapat disebut sebagai alat musik petani. Pasalnya Alat musik Pantun Bambu ini merupakan alat musik tradisional masyarakat Cilegon sejak jaman dahulu.  Awalnya Pantun Bambu dimainkan pada saat istirahat setelah bekerja disawah. Seiring perkembangan, alat musik pantun bambu akhirnya dipakai sebagai alat musik dan digunakan pada pertunjukan kesenian. Kemudian sekitar tahun 2001, Dinas Budaya dan Pariwisata Kota Cilegon mengakui alat musik tradisional pantun bambu ini.

Alat musik tradisional pantun bambu dapat pula dimainkan dengan dikolaborasikan dengan alat musik tradisional Banten lainnya antara lain patingtung, rudat dan terbang gede. Pantun bambu juga bisa difungsikan untuk mengiringi pertunjukan tari maupun pengiring lagu. Pantun Bambu kalau dimainkan secara serempak akan menimbulkan bunyi mirip atau nyaris sama dengan iringan patingtung.

Pantun Bambu masih terus dimainkan dalam setiap upacara tau festival kebudayaan masyarakat Banten. Jika penasaran dengan alunan musik Pantun Bambu datanglah ke Cilegon, di sanalah tempat menikmati Pantun Bambu dengan nuansa tradisional yang kental.

Source https://merahputih.com/post/read/pantun-bambu-musik-tradisional-banten-yang-terancam-punah https://merahputih.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.