Pantangan-pantangan yang harus ditaati pada Upacara Colpak Ko-pangko

0 41

Pantangan-pantangan yang harus ditaati pada Upacara Colpak Ko-pangko

Selama seorang ibu mempunyai bayi, maka berlakulah berbagai pantangan, diantaranya :

Makan-makanan yang crobu, yaitu berjenis makanan yang mengandung petis, cabai, lombok, dan makanan yang disebut cenge acan, ialah sambal terasi.

Makan ikan laut yang termasuk atau sejenis ikan yang bersengat, (Jawa : Patil), kepala kambing, dan dedaunan sayur yang memabukkan, misalnya Lembayung.

Dilarang bersanggama sampai usia bayi cukup 40 hari.Se- bagai tanda bahwa larangan itu harus dipatuhi oleh suami nya, maka dalam jangka waktu sebelas hari, si ibu mema­kai gurita. Sesudah melampaui hari ke sebelas, si ibu me­makai bengkong.

Dengan memakai bengkong itu, sebagai petunjuk bahwa larang an untuk bersanggama masih berlaku, bahkan bukan hanya sampai hari ke 40, tetapi dapat juga terjadi sampai hari ke 100. Apabila bengkong itu sudah dibuka, sebagai lambang bahwa hubungan kelamin antara suami isteri sudah dibolehkan.

Dalam hal tertentu, misalnya sampai dengan hari ke 40 bengkong itu belum ditanggalkan, maka jika terpaksa menga­dakan hubungan kelamin, maka si isteri dapat membuka sim­pul bengkong yang berisi ramuan jamu dek cacing towa, yang dipeleskan atau dihaluskan untuk diminum, sesudah coitus itu terjadi.

Demikian juga apabila si ibu masih meneteki bayinya, pada hal ia harus “melayani” suaminya, sesudah selesai, harus mengu­nyah ketumbar dan perawas, kunyahan ramuan tadi dioles­kan pada puting susu, agar si bayi tidak kena sawan, atau men­cret.

Apabila seorang ibu terpaksa bepergian jauh dan mengi­nap maka, syaratnya harus membawa jarum atau bawang putih boleh juga jrango , agar terhindar dari gangguan bi-ibi (sema­cam kuntil-anak) atau Li’bali’ bukkak (sundel bolong).

Agar anak yang dibawa bepergian itu tidak merepotkan karena buang air besar, maka yang harus dilakukan oleh ibu­nya ialah mengikat atau menyimpulkan ujung selendang, di­sebut bintel, dengan berucap : bahwa ia tidak mengikat ujung selendang, tetapi mengikat kotoran si bayi.

Demikian pula apabila dikehendaki agar bayinya tidak selalu rewel, maka kotoran anak yang pertama sesudah lahir, yaitu tae dangdang, dioleskan pada bagian bawah gentong air minum, yang disebut bajan.

Source http://jawatimuran.net http://jawatimuran.net/2012/10/12/upacara-colpak-ko-pangko/
Comments
Loading...