Pantangan-Pantangan Masyarakat Jawa

0 87
Menurut KBBI, pantangan adalah auatu perbuatan atau sebagainya yang terlarang menurut adat atau kepercayaan. di Indonesia, setiap wilayah memiliki pantangan masing masing yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat, sebagai salah satu wilayah yang paling kental dengan tradisi pantangan adalah jawa.
Banyak sekali macam macam oantangan yang harus dihindari, mulai dari pernikahan, ibu hamil, sampai menyangkut pada kehiduoan sehari hari, kali ini admin wartajowo akan merangkum Pantangan di masyarakat Jawa yang dalam kehidupan sehari hari. Adapun tujuan dari artikel ini tak lain adalah mguri nguri kebudayaan agar tidak sirna begitu saja.
1. Pantangan dalam Pernikahan,Pantangan dalam Kehamilan
Kehamilan merupakan anugerah dari Tuhan yang maha esa, maka kita harus menjaga kehamilan tersebut dengan hati hati. dimasa dulu, jauh sebelum tekhnologi berkembang seperti sekarang ini, para orang tua mempercayai pantangan pantangan untuk ibu hamil, tujuannya tentu untuk menjaga si jabang bayi (Janin yang ada dalam kandungan) agar selamat. Diantara pantangan-pantanagn ibu hamil dalam adat jawa antara lain:
a. bagi ibu/ayah dari bayi yang dikandung dilarang membunuh/menyiksa makhluk hidup, baik itu serangga, ataupun hewan lainnya (sekalipun memancing), mitos yang beredar di masyarakat adalah bahwa jika pantangan ini dilanggar, maka kelak anak yang dilahirkan akan cacat/memiliki ciri ciri seperti hewan yang semasa kandungan nya dibunuh oleh orang tuanya.
b. dilarang membenci/membicarakan keburukan orang lain secara berlebihan, pantangan ini juga berlaku bagi si ayah dari bayi yang dikandung, dikatakan oara orang tua, bahwa jika membenci seseorang maka kelak jika anaknya lahir akan seperti orang yang dibencinya.
c. dilarang keluar pada petang (Magrib), pantangan ini dimaksudkan agar janin dan ibu tidak diganggu oleh makhluk halus.
d. dilarang memakan buah nanas, karena bisa menyebabkan keguguran.
3. Pantangan Bayi
Setelah melahirkan, orang jawa mempercayai beberapa aturan dan pantangan yang harus dijalankan agar si bayi dan ibu selamat, seperti membawa benda tajam ketika keluar bersama si bayi (seperti gunting, potongan kuku, dan lain sebagainya) selain itu juga ada beberapa pantangan yang harus dihindari agar si bayi selamat, diantara pantangan-pantangan bagi bayi  antara lain:
a. dilarang membakar apapun perlengkapan si bayi, membakar perlengkapan si bayi misalnya pakaian, popok dan lain sebagainya bisa mengakibatkan si bayi akan sakit (panas) terlepas hal tersebut bisa dibuktikan atau tidak, tapi sebagian besar masyarakat jawa masih menjunjung tinggi tradisi dari leluhur tersebut.
4. Pantangan mendirikan Rumah
Ungkapan Rumahku surgaku nampaknya menunjukkan bahwa rumah sehsrusnya menjadi tempat yang menyenangkan, agar rumah selalu dalam keberkahan dan kebahagiaan, maka beberapa pantangan ini dipercayai oleh masyarakat jawa agar bisa terhindar dari segala keburukan, adapun pantangan-pantangan tersebut antara lain:
a. berhadapan dengan orang tua (Adu Arep), dalam budaya jawa, dilarang keras mendirikan rumah yang saling berhadapan dengan rumah orang tua, menurut para orang tua, hal ini disimbolkan “berani kepada orang tua” sehingga bisa mengakibatkan pertengkaran antara kedua nya.
b. mendirikan rumah di ujung jalan/pertigaan (Tusuk Sate)
mendirikan atau membangun rumah yang berada di ujung jalan atau yang kita kenal dengan istilah tusuk sate menurut perhitungan jawa bisa menyebabkan kesialan dan sering diganggu makhluk halus maupun jin.
5. Pantangan di pantai
Siapa yang belum pernah mendengar Nama Nyai Roro Kidul ? ia disebut sebagai penguasa laut selatan, yang merupakan lautan di pisisir selatan pulau jawa, ada beberapa pantangan yang tak boleh dilanggar yang berkembang di masyarakat terkait pantai kiduk, pantangan-pantangan tersebut antara lain:
a. dilarang memakai baju berwarna hijau.
asal muasal pantangan ini adalah ketika Panembahan Senopati kerajaan mataram mengumumkan kepada rakyat mataram untuk tidak memakai pakaian berwarna hijau ketika berada di pantai selatan, larangan ini berkembang hingga sekarang dan yang seperti orang orang tua ceritakan bahwa penguasa pantai selatan sangat menyukai hal hak yang berwarna hijau, ditakutkan jika ke pantai selatan memakai warna hijau maka akan dibawa ke kerajaan Ratu selatan.
6. Pantangan dalam kehidupan sehari hari
Dalam kehidupan sehari hari, ada aturan aturan yang harus kita taati, baik itu peraturan hukum, adat istiadat maupun kebiasaan, kaitannya dengan adat istiadat, beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar dalam masyarakat jawa antara lain:
a. Dilarang membawa telur ayam kampung melewati hutan dimalam hari, hal ini bisa dikatakan akan diganggu oleh makhluk halus.
b. Jika menabrak kucing hingga mati, maka harus mengubur/mengurus layaknya manusia, jika hal ini tidak dilaksanakan dipercaya yang menabrak kucing tersebut akan mengalami kemalangan.
c. Makan di depan rumah. Selain dianggap kurang sopan, makan di depan rumah juga menjadi pantangan bagi masyarakat jawa. Terlebih hal ini sudah ditanamkan kepada anak anak sejak usia dini.
d. Dilarang menetesi darah orang mati dengan jeruk nipis. menurut cerita yang berkembang, menetesi darah orang yang meninggal (karena tabrakan dan lain sebagainya, bisa membuat si arwah kesakitan) dan akibatnya si arwah akan menuntut balas kepada orang yang menetesi darah dengan perasan jeruk tersebut.
e. Dilarang tidur pada pergantian waktu, utamanya petang (orang jawa menyebutnya surup). Pantangan ini sering di jumpai di kehidupan masyarakat, dikatakan bahwa jika tidur di pergantian waktu atau pada saat petang maka akan diganggu oleh makhluk halus, orang jawa juga meyakini bila tidur diwaktu petang secara berturut turut selama 40 hari bisa menyebabkan orang tersebut linglung (lebih parahnya gila).
f. Dilarang mendirikan apapun di bekas tempat memandikan orang meninggal. Larangan ini juga berlaku pada saat pernikahan terutama pada saat mendirikan tenda (terop) dan juga sound system. Beberapa kejadian diceritakan bahwa jika hal ini dilakukan maka akan mengalamai kerusakan.
g. Larangan menjual/membeli paku, jarum, minyak di malam hari, namun nampaknya untuk pantangan yang satu ini sudah mulai meluntur karena sudah banyak sekali masyarakat yang membeli/menjual paku, jarum dan barang tersebut pada saat malam hari.
h. Pantangan menyapu di malam hari. Menyapu dimalam hari juga menjadi pantangan bagi sebagian masyarakat jawa. Karena memang selama ini kita temui memang lazimnya orang menyapu di siang hari utamanya dipagi hari.
i. Pantangan membuka payung didalam rumah, sehabis hujan ataupun tidak, membuka payung didalam rumah dikatakan tidak becik dan menjadi salah satu pantangan yang harus di hindari.
j. Pantangan menduduki bantal. Selain tidak sopan dan juga tidak etis, karena bantal adalah untuk kepada (sirah) memduduki bantal menurut orang jawa bisa mengakibatkan udunen (bisulan).
k. Pantanagan bersiul di malam hari. Bersiul di malam hari, baik didalam maupun di luar rumah menjadi larangan bagi sebagian masyarakat jawa, dipercaya bahwa siulan di malam hari bisa mengundang makhluk halus datang.
Itulah beberapa pantangan yang ada dalam kehidupan masyarakat jawa, dan pantangan pantangan tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.
Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/pantangan-pantangan-dalam-kehidupan.html
Comments
Loading...