Pamitan: Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

0 197

Pamitan: Salah Satu Prosesi Upacara Dhaup Ageng di Keraton Jawa

Dhaup Ageng adalah hajad seorang raja ketika menikahkan anak perempuannya. Dalam tradisi Jawa, gelaran pernikahan diselenggarakan oleh pihak perempuan. Pada umumnya raja-raja jaman dahulu memiliki banyak istri dan anak, untuk itu Upacara Dhaup Ageng hanya digelar jika calon mempelai wanita merupakan putri raja yang lahir dari seorang permaisuri. Disamping itu, tidak jarang upacara pernikahan kerajaan pada jaman dahulu digelar sekaligus untuk beberapa putra-putri Sultan. Tercatat pada Tahun 1939 Sri Sultan Hamengku Buwono VIII menikahkan 7 pasang pengantin secara bersamaan. 
Pada jaman dahulu Dhaup Ageng digelar dengan rangkaian prosesi yang dilakukan hingga berhari-hari. Bahkan pantangan yang harus dijalani oleh kedua mempelai berlangsung beberapa hari sebelum upacara pernikahan hingga 35 (selapan) hari setelahnya.
Dari masa ke masa, upacara Dhaup Ageng telah mengalami banyak penyederhanaan. Walaupun demikian inti dari setiap prosesi masih terus dipertahankan hingga saat ini. Berikut adalah penjelasan mengenai prosesi yang berlangsung dalam upacara Dhaup Ageng yang lazim dilaksanakan pada masa Sri Sultan Hamengku Bawono Ka10.
Pamitan

Setelah resepsi usai diselenggarakan, kedua mempelai pengantin melakukan prosesi terakhir rangkaian pernikahan yaitu pamitan. Pada masa sebelum Sri Sultan Hamengku Buwono IX, upacara ini dikenal dengan nama Upacara Jangan Menir. Pasangan pengantin akan mengenakan busana Jangan Menir, dimana pengantin putri khususnya masih mengenakan paesUpacara Jangan Menir disederhanakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX dimana pasangan pengantin berikut besan memohon pamit untuk meninggalkan keraton menuju kediaman masing-masing. Sejak dulu, setelah menikah baik putra maupun putri Sultan akan keluar dari keraton untuk tinggal bersama pasangannya masing-masing membina rumah tangga baru.

Source https://kratonjogja.id/ https://kratonjogja.id/hajad-dalem/3/dhaup-ageng
Comments
Loading...