Pakaian Resmi Adat Sunda

0 66

Pakaian Resmi Adat Sunda

Suku sunda adalah kebudayaan masyarakat yang bertempat tinggal di daerah barat bagian pulau Jawa, sebagai suatu suku bangsa yang baik, Suku Sunda ini merupakan salah satu asal usul berdirinya peradaban di Nusantara. Berdirinya di Nusantara itu dimulai dari berdirinya kerajaan-kerajaan tertua di Negara Indonesia, kerajaan tertua yang pertama berdiri di suku sunda ini adalah Kerajaan Salakanagara, Galuh, Pakuan Pajajaran, dan yang terakhir ini adalah Sumedang Larang.

Kerajaan Sunda ini merupakan kerajaan yang sangat mencintai dengan kedamaian, selama pemerintahan kerajaan tersebut tidak melakukan petualangan untuk memperluas daerah wilayah kekuasan kerajannya. Beberapa Keturunan Kerajaan Sunda telah melahirkan kerajaan-kerajaan besar yang didirikan di Nusantara, kerajaan yang didirikan di Nusantara oleh keturunan Kerajaan Sunda diantaranya seperti Kerajaan Mataram, Kerajaan Cirebon, Kerajaan Majapahit, Kerajaan Banten.

Ketika sedang bergaya dengan pakaian, penduduk sunda mengenali beberapa jenis pakaian adat yang didasarkan pada fungsinya masing masing, umur, tingkatan sosial kependudukan  pemaikainnya. Tingkatan pemakain pakaian adat itu berdasarkan tingkat strata sosial pemakainya, misalnya seperti pakaian adat Jawa Barat.

Pakaian Resmi Adat Sunda

Pakaian adat sunda ini mempunyai beberapa jenis pakaian adat khas Provinsi Jawa Barat, karena memiliki beragam jenis pakaian adat sunda, disitulah para masyarakat sunda dahulu membuat standar baku pakaian adatnya sejak beberapa dasawarsa terakhir. Pakaian adat Jawa Barat yang telah di resmikan tersebut dapat kita lihat ketika menjumpai acara adanya pemilihan mojang, dan jajaka yang kerap di gelar setiap tahunnya.

Untuk para jajaka itu memakai jas tutup dengan variasi warna yang bebas. Tapi para jajaka ini lebih sering menggunakan jas tutup yang berwarna hitam, kemudian menggunakan celana panjang dengan warna yang sama seperti jas, kain samping yang diikatkan pada pinggang, penutup kepala seperti bendo, dan selop sebagai alas kakinya.

Hiasan-hiasan yang digunakan oleh para jajaka ini hanya jam rantai yang biasa dijepitkan di saku jas tersebut. Kemudian para mojang hanya menggunakan pakaian seperti kebaya polos yang dilengkapi dengan hiasan-hiasan sulam, kain kebat, beubeur (ikat pinggang), kamisol (kutang), selendang (karembong) dan menggunakan selop yang memiliki warna sama dengan kebaya untuk jadikan sebagai alas kaki.

Selain itu, ada hiasan-hiasan lainnya seperti tusuk konde yang dilengkapi oleh hiasan bunga-bunga untuk rambut yang di sanggul, cincin, giwang, bros, kalung, gelang kerongcong, peniti rantai, dan masih ada beberaja jenis peerhiasan-perhiasan lain yang dibuat dari emas yang bertahta berlian.

Source https://baabun.com/tentang-suku-sunda-kebudayaan-adat-istiadat/

Leave A Reply

Your email address will not be published.