Orkes Gambus atau Orkes Padang Pasir, Kesenian dari Betawi

0 34

Orkes gambus merupakan budaya Betawi yang dipengaruhi budaya Timur Tengah. Orkes ini biasanya ditampilkan pada acara pesta perkawinan untuk mengiringi para penyanyi gambus baik laki-laki maupun perempuan. Mereka biasanya membawakan lagu-lagu gambus dengan lirik religius maupun lagu-lagu cinta berbahasa Arab. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, orkes gambus digunakan untuk mengiringi Tari Zapin, yaitu tari pergaulan yang lazimnya dilakukan oleh kaum pria saja.

Orkes Gambus atau juga disebut orkes Padang Pasir juga berasal dari kesenian bangsa Arab. Pada era tahun 1940-an, Orkes Gambus menjadi tontonan yang disenangi. Bagi orang Betawi, pesta perkawinan atau khitanan tanpa menghadirkan Orkes Gambus dianggap kurang sempurna.

Menurut Munif Bahasuan, Orkes Gambus sudah ada di Betawi sejak awal abad ke-19. Saat itu banyak imigran dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat datang ke Betawi. Jika Wali Songo menggunakan gamelan sebagai sarana dakwah, para imigran dari jazirah Arab ini menggunakan Gambus. Peralatan musik gambus bervariasi, tapi yang baku umumnya terdiri dari gambus, biola, dumbuk, suling, organ atau akordion dan marawis.

Awalnya orkes gambus membawakan lagu dengan syair bahasa Arab, seperti Lisaani Bihamdilah, Yamalaakal Hub, Solla Rabbuna, Asyraqal Badrui dan Syarah Dala. Selanjutnya musik Gambus berkembang menjadi sarana hiburan.

Orkes Gambus tidak bisa dipisahkan dari Syaikh Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus. Kedua orang ini merupakan musisi gambus terkenal pada era 1940-an. SM Alaydrus berhasil mengembangkan Orkes Harmonium yang pada era 1950-an menjadi orkes Melayu dan Syech Albar mempertahankan tradisi Gambus.

Source https://www.sumber.com/jalan-jalan-kuliner/dki-jakarta/budaya-dki-jakarta/sumber/orkes-gambus.html www.sumber.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.