“Ojung”, Seni Pertarungan Tongkat Khas Kabupaten Sumenep

0 65

Ojhung merupakan nama dari seni bertarung yang menggunakan tongkat. Sebenarnya kesenian ini bukan hanya ada di tanah Madura saja melainkan sudah tersebar di beberapa daerah yang ada di Jawa Timur. Tongkat diduga menjadi salah satu seni senjata tertua yang sudah digunakan oleh manusia. Ojung adalah suatu kebudayaan dari Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, dimana kebudayaan ojhung itu sendiri telah dianut dan dilakukan oleh para leluhur dan nenek moyang (pembabat) Desa Bugeman terdahulu. Kebudayaan ini telah dilakukan secara turun temurun. Tradisi ini sebelumnya dilaksanakan atas dasar masyarakat Desa Bugeman memiliki hajat atau tujuan yaitu untuk meminta hujan kepada sang kuasa  dan juga untuk menghindari bencana atau penolak bala Desa Bugeman, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo.

Pertunjukkan Tradisi Ojhung

Tradisi Ojhung dilakukan masyarakat Desa Bugeman ketika melakukan selametan, sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara tersebut dilakukan satu hari sebelum Ojhung tersebut dilaksanakan, yaitu hari Senin, setelah selamatan dilaksanakan keesokan harinya (hari Selasa) pagi dilaksanakan upacara adat dan penyambutan kegiatan Ojhung tersebut. Rangkaian kegiatan Ojhung dilaksanakan hari Selasa pukul 13.00 WIB hingga selesai. Pada saat pertunjukan Ojhung dimulai, ditampilkan pula hiburan-hiburan lain yang menarik seperti musik, kumpul bersama masyarakat desa sebagai wujud dari kebersamaan dan kekeluargaan serta rasa syukur atas apa yang telah mereka peroleh.

Seni Tarung Ojhung tidak jauh berbeda dengan seni tarung pada umumnya, dimainkan oleh dua pemuda dengan menggunakan pelindung badan yang terbuat dari karung Goni. Karung Goni tersebut dibalutkan mulai dari kepala, kedua tangan sampai badan kecuali tangan sebelah kanan dan kedua kaki. Tidak semua orang bisa ikut serta menjadi pemain dalam tradisi Ojhung, selain harus berani dan bertubuh kebal, juga kekuatan memukul dengan rotan serta seni menghindari dari pukulan lawan menjadi tolak ukur peserta Ojung. Sehingga permainan Ojhung ini sangat tidak diperbolehkan untuk anak-anak karena cukup berbahaya. Jika tidak, maka pukulan rotan atau tongkat yang disediakan khusus oleh panitia bakal melukai kulit pemain. Memang seringkali terjadi bagi pemain pemula, pukulan rotan berukuran besar yang menyasar di lengan dan tubuh belakang dan samping melukai kulit dengan darah segar mengalir. Tetapi, bagi mereka yang sudah biasa bermain Ojung, bekas pukulan rotan tak terlihat. Pemenang dalam permainan Ojhung ini dinilai dari seberapa banyak mereka memberikan pukulan kepada lawannya. Jadi, apabila lebih banyak menerima pukulan apalagi tongkat rotan yang dipegangnya lepas dari tangan dianggap kalah oleh penonton.
Source "Ojung", Seni Pertarungan Tongkat Khas Kabupaten Sumenep "Ojung", Seni Pertarungan Tongkat Khas Kabupaten Sumenep "Ojung", Seni Pertarungan Tongkat Khas Kabupaten Sumenep

Leave A Reply

Your email address will not be published.