Ojo Dumeh, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan

0 291

Ojo Dumeh, Ojo Gumunan, Ojo Kagetan

Hidup sebagai wong Jowo, dibesarkan dengan tata nilai Jowo, menikahpun dengan wong Jowo, tentu saja budaya Jowo menjadi akrab dengan keseharian saya. Semula kalau mendengar pitutur atau nasihat atau saran ala Jowo, saya nggak terlalu memperhatikan. Tapi seiring waktu, makin sadar ternyata nilai-nilai Jowo yang dianggap kuno itu banyak yang masih relevan hingga sekarang untuk digunakan sebagai pedoman hidup.

  • Ojo Dumeh artinya jangan mentang-mentang. Mentang-mentang berkuasa, mentang-mentang cantik, mentang-mentang kaya dst. Hidup harus selalu rendah hati dan mawas diri.
  • Ojo Gumunan atau jangan mudah heran. Nasihat ini menyuruh kita untuk selalu memperluas wawasan sehingga tidak mudah terkagum-kagum. Kenapa tidak boleh mudah kagum ? Karena nenek moyang khawatir jika kita mudah kagum maka kita akan mudah tertipu atau mudah goyah pada prinsip hidup.
  • Ojo kagetan atau jangan mudah kaget. Kehidupan selalu dinamis, perubahan selalu terjadi. Maka bersikaplah tenang dalam menyikapi segala sesuatu. Nasehat ini mengandung makna pula agar kita selalu siap menghadapi segala hal.
Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/mamatotik/58133e1eaf7a6199229ea274/belajar-nilai-positif-dari-pitutur-jowo?page=all
Comments
Loading...