Nuansa Mistis dan Magis dalam Sandur Kalongking

0 52

Nuansa Mistis dan Magis dalam Sandur Kalongking

Ada yang menarik di dalam pentas Sandur Kalongking, kesenian tradisional dari Tuban – Jawa Timur. Selama pertunjukan yang berlangsung dari malam  hingga dini  hari itu nuansa mistis dan magis sangat terasa sekali. Selain adanya mantera-mantera yang diucapkan oleh dukun atau pawang, juga dari tembang-tembang Jawa yang dilantunkan oleh para pemain musik dan panjak hore ( penggembira ). Ada juga beberapa  pemain dalam Sandur Kalongking ini yang kerasukan roh dan mengalami kesurupan saat pentas berlangsung.

Asap yang senantiasa menguar dari jerami kering yang dibakar semakin menambah nuansa yang menegangkan. Konon, jerami yang dibakar itulah yang menjadi salah syarat utama dalam mengundang roh – roh dari alam dunia lain itu. Peristiwa kerasukan roh itu terjadi saat pertunjukan telah berlangsung setengah bagian. Ketika itu diantara para panjak hore yang sedang berkumpul di tengah arena dan menyanyikan tembang-tembang Jawa, ada salah seorang yang tiba-tiba bergerak dengan kuat dengan menabrak dan menimpa rekan-rekannya  yang ada di sekitarnya.

Rupanya, pria  yang ternyata mengalami kerasukan roh gaib itu merupakan tanda masuknya adegan Jaranan. Sedangkan roh gaib yang merasuki orang itu adalah roh Jaran Dawuk ( Kuda abu-abu). Sesuai dengan nama roh yang merasukinya, sosok pria itu kemudian bertingkah laksana kuda dengan membawa perlengkapan berupa kuda kepang yang terbuat dari anyaman bambu.

Dengan dijaga oleh sang dukun, pria itu tampak senantiasa bergerak mengitari arena dengan sesekali melenguh, membeker dan mengangkat kaki-kainya seperti tingkah kuda. Dia juga menuju ke tempat sesajen yang disediakan dan mengambilnya. Dengan keadaan yang tak sadarkan diri, dia juga memakan benda-benda sesajen itu. Yang menarik, pria itu juga meminum air yang disediakan dalam sebuah baskom yang terbuat dari seng. Air yang memenuhi baskom itu habis seketika dalam beberapa detik saja setelah diminum oleh ‘ Jaran Dawuk ‘ itu.

Anehnya, setelah air dalam baskom itu habis, sang Kuda juga tampak ingin memakan baskom itu. Ini berlangsung cukup lama sekitar 5-8 menit yang kemudian diakhiri dengan rebahnya sang pria pada lembaran tikar dan disadarkan kembali oleh dukun. Adegan Kalongking atau juga biasa disebut Jandulan juga tak kalah menarik. Pada adegan yang terjadi di akhir acara ini, ada seorang dari empat bocah laki-laki yang menjadi penari dalam Sandur Kalongking mengalami kerasukan roh Kalong ( kelelawar berukuran besar ).

Bocah yang dalam keadaan kesurupan dan mata tertutup itu kemudian beratraksi menari dengan gerakan ala Kalong pada seutas  tali yang direntangkan pada dua batang bambu setinggi 15 meter. Tak hanya bocah itu saja, seorang panjak hore juga kerasukan roh Kalong gaib itu dan melakukan gerakan-gerakan dan atraksi yang serupa. Walau berlangsung cukup lama di tengah dinginnya hawa pada dini hari, pentas Sandur Kalongking ini benar-benar sangat menarik dan memukau. Terlebih dengan adanya nuansa mistis dan magis selama pertunjukan semakin menambah  pesona keindahannya.

Source Nuansa Mistis dan Magis dalam Sandur Kalongking Kompasiana
Comments
Loading...