Njagakake Endhoge Si Blorok

0 83

Njagakake Endhoge Si Blorok

Si blorok adalah gambaran ayam betina kampung yang warnanya campur-campur karena bukan ayam ras. Biasanya tidak kita kandangkan. Kita lepas begitu saja, cari makan sendiri. Andaikan kita beri makan, ya seadanya.

Mungkin sisa-sisa makanan, bahkan tinja manusia, bagi yang berak tidak di kakus tetapi di kebun, si blorok tidak menolak. Tanpa ditawari langsung ia serbu. Yang jelas si Blorok pasti bertelur (ngendhog) tapi tidak bisa kita pastikan seperti ayam ras.

Pitutur dalam peribahasa ini adalah:  Manusia harus dalam menjalani hidup. Jangan kita mengandalkan hal-hal yang belum pasti, atau andaikan hal itu pasti, belum jelas kapan datangnya. Korban sudah cukup banyak. Sepeda motor dan televisi hanyalah contoh kecil. Ada yang lebih ambisius lagi, misalnya “jabatan”. Ada juga yang menjadi gila.

Masih beruntung bahwa dalam hal ini banyak juga yang bisa mentertawakan diri sendiri dengan berparikan sambil garuk-garuk kepala: “Luwak mangan tales, dhasar awak lagi apes. “Kemudian teman-temannya menasihati: “Sing uwis ya uwis, sing durung diati-ati.”

Source http://iwanmuljono.blogspot.com/ http://iwanmuljono.blogspot.com/2012/05/njagakake-endhoge-si-blorok.html
Comments
Loading...