budayajawa.id

Nilai Yang Terkandung Dalam Permainan Pesapean

0 28

Nilai Yang Terkandung Dalam Permainan Pesapean

Permainan pesapean merupakan bagian dari upacara minta hujan karena yang dituju adalah memohon kepada Yang Kuasa agar diberi hujan, tetapi di sini melibatkan suatu permainan di mana sapi yang menjadi alat utamanya. Karena sapi merupakan bagian dari kehidupan petani yang tidak dapat dipisahkan. Ada pun nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini, yakni rasa solidaritas yang spontanitas, kegotong-royongan dan religius magis. Berikut nilai-nilai yang terkandung dalam permainan ini :

  1. Rasa Solidaritas. Di sini tampak rasa solidaritasnya, yakni para pemain yang menjadi “sapi”. Karena permainan Pesapean ini untuk kepentingan,bersama, maka mereka rela untuk melaku­kan permainan tersebut.
  2. Kegotong-royongan Unsur kegotong-royongannya tampak jelas, dalam melakukan permainan pe-sapean. yakni yang ber­topeng sapi (menjadi sapi) dikendalikan oleh orang yang me­megang tali kendali. Sapi tersebut dikendalikan untuk melakukan pekeijaan seolah-olah sedang membajak ladang, yang kemudian ketika permainan ini dilakukan diiringi oleh sronnen. Sronnen dengan permainan tersebut merupakan kesatuan yang tidak boleh dipisahkan, karena apabila tidak diiringi sronnen, permainan tidak akan terlaksana. Begitu pula dengan badut-badutqya yang mem­berikan variasi terhadap jalannya permainan itu. Pelaksanaan per­mainan merupakan hasil rembukan dari para warga desa yang merasa gelisah karena tanahnya tandus. Sehingga dalam melaksana­kan permainan dilakukan secara bersama-sama dengan bergotong- royong baik dalam materiil maupun moril.
  3. Religius magis. Unsur religius magis tampak, sebelum permainan ini dilakukan, terlebih dahulu disediakan perlengkapan ba’saba (sesajen) untuk Searaksa. Sesajen tersebut harus dilakukan oleh para wanita yang suci, maksudnya yang sedang datang bulan tidak boleh turut bekerja. Kemudian, juga dilakukan pembacaan do’a-do’a yang memohon agar terkabul keinginannya. Jadi dengan demikian permainan ini sangat sakral bagi penduduk desa itu, karena di dalamnya terkandung unsur religius magis. Nilai-nilai di atas, satu dengan yang lainnya berkaitan yang tidak dapat dipisahkan, karena kehidupan magis religius dalam kehidupan masyarakat terutama, masyarakat petani sangat mem­pengaruhinya. Demikian pula bila kita kaji dari latar belakang pelaku permainan, di’mana pelaku-pelaku permainan tersebut harus laki-laki dewasa, atau yang agak tua, hal ini karena di dalam gerak-geriknya sangat berat, jadi memerlukan fisik dan tenaga yang kuat.
Source http://www.lontarmadura.com/ http://www.lontarmadura.com/permainan-pesapean-bagian-upacara-minta-hujan/
Comments
Loading...