Nilai Positif Pakaian Takwa Yogyakarta

0 114

Nilai Positif Pakaian Takwa Yogyakarta

Romo Tirun mengatakan bahwa nilai-nilai luhur yang dapat diangkat dari pakaian takwa tersebut adalah ketakwaan, persatuan dan kesatuan yang intinya “golong gilik” golong artinya bulat tidak bersudut gilik artinya silindris memanjang (tanpa sudut) yang mengandung arti persatuan dan kesatuan yang tanpa syarat yang menyatu, satu antara yang lain menyatu antara alam, sesama makhluk dan Tuhannya. 

Harapan para Sunan untuk masyarakat agar mampu menciptakan demokratisasi memiliki bahasa yang satu yaitu bahasa kedaton atau bahasa bagongan dengan tujuan disamakan satu dengan yang lain. Begitu pula Sultan dengan Abdi Dalem seperti saudara bukan seperti Raja dengan pembantu rumah tangga, tidak dipandang sebagai orang lain malainkan bersaudara dengan Sultan. 

Hal tersebut dicetuskan dengan membuat pakaian yang melambangkan persatuan dan kesatuan. Intinya adalah gotong royong berat sama dipikul ringan sama dijinjing yaitu Pancasila 5 sila diperas menjadi 3 Sosio demokrasi Sosio nasionalisme dan Ketuhanan yang Maha Esa dari 3 sila itu menjadi 1 yaitu Eka Sila yaitu gotong royong inti daripada Pancasila adalah gotong royong, musyawarah utuk mufakat budaya rembugan musyawarah mufakat itu berembuk bersama bukan secara voting. 

Inti dari falsafah baju takwa adalah Pancasila. Salah satu pratanda keistimewaan hanya ada di Yogyakarta. Dari pakaian sampai dengan perilaku, hubungan antar manusia, Tuhannya, dan dengan alam semesta.

Source https://www.kaskus.co.id/ https://www.kaskus.co.id/thread/5b17d61de052277c778b4568/filosofi-sejarah-mitos-budaya-jenis-dan-makna-surjan-jogja/
Comments
Loading...