Nilai-Nilai Pada Pesta Lomban Jepara

0 4

Nilai-Nilai Pada Pesta Lomban Jepara

Nilai Edukasi

Di dalam tradisi pesta lomban juga mengandung nilai-nilai edukatif (pendididkan). Adapun nilai-nilai pendidikan dari tradisi pesta lomban yaitu: nilai ketuhanan, nilai silaturahmi dan kekeluargaan, nilai kegotong-royongan, nilai rekreasi, dan menjaga keseimbangan dengan alam. Masyarakat dapat melestarikan budaya dari daerahnya sendiri atau menjaga tradisi ini daerahnya agar tidak punah, sehingga nilai-nilai pendidikan yang terdapat di dalamnya dapat disosialisakan melalui tradisi tersebut.

Nilai Religius

Di dalam tradisi pesta lomban juga mengandung nilai-nilai religius (keagamaan). Adapun nilai-nilai keagamaan dari tradisi pesta lomban yaitu:

  • Sedekah

Hal ini terlihat dari adanya membagikan daging kerbau dagingnya di sedekahkan ke warga, sementara kepala kerbaunya disedekahkan kepada mahluk Allah yg hidup dilaut yaitu ikan, dll. Karena dengan bersedekah kita akan terhindar dari bala’, sedekah merupakan obat (penawar) dari penyakit ekonomi yaitu rezeki sempit, sehingga nelayan berharap rezekinya dilapangkan. Selain itu, dalam berbagai rangkaian acara, diisi dengan doa memohon kepada Allah SWT agar senantiasa diberi keselamatan dan rejeki yang barokah.

  • Menjaga Lingkungan Hidup

Hadist tentang menjaga kelestarian alam : “Sayangilah yang ada di bumi niscaya semua yang ada di langit akan menyayangi kalian” (HR. Bukhari dan Muslim). Oleh karena itu dengan adanya Pesta Lomban yang memberi sedekah atau memberi makan terhadap ikan-ikan, maka dapat menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan dan supaya nelayan tidak tamak dengan mengeruk sebanyak-banyaknya kekayaan alam terutama laut.

Nilai Ekonomis

Di dalam tradisi pesta lomban juga mengandung nilai-nilai ekonomis. Adapun nilai-nilai ekonomis dari tradisi pesta lomban dapat dirasakan oleh para pedagang dari pedagang makanan, minuman, hingga pedagang sovenir laku keras dibanding hari-hari biasa.

Dampak

Dampak dari pelaksanaan tradisi pesta lomban yang diselenggarakan di Desa Bulu Kabupaten Jepara antara lain: dampak dalam bidang sosial yaitu timbul kesadaran rasa kesatuan (manunggal), dampak dalam bidang ekonomi yaitu menciptakan lapangan usaha bagi warga sekitar sehingga menambah pendapatan mereka, dampak dalam bidang budaya yaitu menumbuhkan sikap kesadaran untuk melestarikan kebudayaan lokal, dan dampak dalam bidang religi yaitu tradisi lomban yang terlaksana sama sekali tidak berbau syirik (musyrik).

Maksud Intinya

Maksud dari upacara pelarungan ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Allah, yang melimpahkan rizki dan keselamatan kepada warga masyarakat nelayan selama setahun dan berharap pula berkah dan hidayahnya untuk masa depan.

Tradisi pelarungan kepala kerbau ini dimulai sejak Haji Sidik yang kala itu menjabat Kepala Desa Ujungbatu sekitar tahun 1920. Upacara pemberangkatan sesaji kepala kerbau yang dipimpin oleh Bapak Bupati Jepara, sebelum diangkut ke perahu sesaji diberi do’a oleh pemuka agama dan kemudian diangkat oleh para nelayan ke perahu pengangkut diiringi Bupati Jepara bersama dengan rombongan. Sementara sesaji dilarung ke tengah lautan, para peserta pesta lomban menuju ke “Teluk Jepara” untuk bersiap melakukan Perang Laut dengan amunisi beragam macam ketupat dan lepet tersebut.

Selanjutnya dengan disaksikan ribuan pengunjung Pesta Lomban acara “Perang Teluk” berlangsung ribuan kupat, lepet, kolang kaling telur-telur busuk berhamburan mengenai sasaran dari perahu ke perahu yang lain.

“Perang Teluk” usai setelah Bupati Jepara beserta rombongan seusai melarung sesaji kepala kerbau merapat ke Pantai Kartini dan mendarat di dermaga guna beistirahat dan makan bekal yang telah dibawa dari rumah. Di sini para peserta pesta lomban dihibur dengan tarian tradisional Gambyong dan Langen Beken dan lain sebagainya.

Puncak keramaian sendiri berlangsung di Pantai Kartini yang sekarang lebih dikenal dengan sebuta Taman Rekreasi Pantai Kartini, yang mampu menyedot pengunjung lebih dari 40.000 orang wisatawan. Di sini pula berlangsung berbagai macam lomba masyarakat nelayan Jepara, seperti : lomba dayung, lomba perahu hias, lorodan di atas air, dan aneka lomba lainnya.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Lomban

Leave A Reply

Your email address will not be published.